Skripsi
Kesalahan analisis kalimat bahasa Jerman berdasarkan fungsi sintaksis oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jerman angkatan 2011/2012 p[ada matakuliah Deutsche Syntax / Susiani
Abstrak
Susiani. 2014. Kesalahan Analisis Kalimat Bahasa Jerman Berdasarkan Fungsi Sintaksis oleh Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Angkatan 2011/2012 pada Matakuliah Deutsche Syntax. Skripsi Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Edy Hidayat S.Pd. M.Hum. (II) Deddy Kurniawan S.Pd. M.A. Kata Kunci Deutsche Syntax analisis kalimat fungsi sintaksis Deutsche Syntax merupakan sub disiplin ilmu linguistik yang membahas tentang pembentukan dan telaah struktur kalimat bahasa Jerman. Analisis fungsi adalah salah satu teknik analisis kalimat mengenai keterkaitan struktural antar konstituen dalam suatu kalimat. Pada analisis tersebut dibutuhkan pemahaman mengenai pola struktur kalimat bahasa Jerman. Berdasarkan penelitian ditemukan banyak kesalahan dalam menganalisis fungsi sintaksis kalimat bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa dalam menganalisis kalimat berdasarkan fungsi sintaksis. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri Malang angkatan 2011/2012 sebanyak 55 mahasiswa sedangkan data dalam penelitian ini adalah hasil analisis kalimat bahasa Jerman berdasarkan fungsi sintaksis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berisi kalimat bahasa Jerman dan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak melakukan kesalahan analisis kalimat bahasa Jerman berdasarkan fungsi sintaksis. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah kesalahan menganalisis Subjekt Pr dikat Pr dikativum pr positionales Objekt Objekt Adverbial dan Angabe. Salah satu kesalahan analisis yang dilakukan mahasiswa adalah ketidaktepatan mengidentifikasi fungsi suatu konstituen. Banyak mahasiswa mengidentifikasi konstituen yang merupakan Subjekt diidentifikasi sebagai Objekt dan sebaliknya. Selain itu konstituen yang berada pada awal kalimat juga diidentifikasi sebagai Subjekt. Seharusnya mahasiswa dapat memahami bahwa tidak semua konstituen pada awal kalimat berfungsi sebagai Subjekt. Beberapa mahasiswa juga menganalisis konstituen yang merupakan Adverbial sebagai Angabe dan sebaliknya. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman mengenai pola struktur kalimat bahasa Indonesia dengan bahasa Jerman kurang memahami kosa kata bahasa Jerman dan kekurangtelitian ketika mengerjakan analisis kalimat.