Skripsi
Perkembangan orkes melayu Alybaba di Kabupaten Mojokerto (2010-2013) / Nukman Maradani
Abstrak
Maradani Nukman. 2014. Perkembangan Orkes Melayu Alybaba di Kabupaten Mojokerto (2010-2013). Skripsi Jurusan Sejarah Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Abdul Latif Bustami M. Si. (II) Drs. Kasimanuddin Ismain M. Pd Kata Kunci Orkes Melayu Alybaba Mojokerto. Penelitian tentang musik dangdut di Indonesia belum banyak dilakukan oleh para sejarawan. Kebanyakan yang meneliti musik dangdut adalah para seniman dan ilmuan sosial. Penelitian mereka ditekankan pada perkembangan dan dinamika aliran musik dangdut di indonesia. Penulis dalam hal ini tidak meneliti sebuah aliran musik tetapi lebih pada grup musik dangdut. Penulis meneliti OM Alybaba yang merupakan salah satu grup musik terkenal di Jawa Timur. Penulis tertarik meneliti grup ini karena pada umumnya OM Alybaba mencoba mengembalikan jati diri musik dangdut yang sekarang ini sudah terpengaruh dengan pornoaksi dan pornografi. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalisir penampilan yang kurang sopan dari para personil dan artisnya. Perkembangan aliran musik dangdut yang semakin beragam memicu sebuah permasalahan baru terutama yang berkaitan dengan eksistensi dangdut dan kesopanan para seniman dangdut. Oleh karena itu inti permasalahan dari skripsi ini adalah (1) bagaimana perkembangan OM Alybaba pada tahun 2010-2013 yang menuju ke arah modernitas musik dangdut dan (2) bagaimana sistem manajemen OM Alybaba sebagai orkes melayu yang mampu bersaing dengan orkes-orkes besar di Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode tersebut terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik heuristik (pengumpulan sumber tertulis foto peta dan sumber lisan/wawancara) kritik (intern dan ekstern) interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta mendeskripsikan dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi di masa lampau. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa fakta sebagai berikut. Pertama OM Alybaba merupakan orkes yang menggunakan prinsip-prinsip Islam dalam mengembangkan dangdut di Jawa Timur. OM Alybaba selalu menampilkan kesopanan dalam bermusik dan juga sangat memperhatikan penampilan yang sopan bagi par personil. Kedua sistem manajemen OM Alybaba dilakukan secara profesional yaitu dengan adanya pengelolaan dan bimbingan secara langsung dari manajer baik sebelum penampilan pada saat penampilan dan setelah penampilan. Penulis menyarankan bahwa perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai perkembangan musik dangdut di Kabupaten Mojokerto karena masih terdapat banyak grup musik dangdut yang telah berdiri di semua kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Selain itu juga perlu dilakukan penelitian tentang perkembangan musik dangdut pada era 1960-an sampai 2000-an karena pada era tersebut terjadi banyak perubahan dalam karakter musik dangdut.