Skripsi
Pengembangan bahan ajar kepolaran, gaya antarmolekul, dan bentuk molekul untuk siswa SMA/MA kelas X menggunakan scientific approach berbasis inkuiri terbimbing / Triana Pertiwi
Abstrak
Pertiwi Triana. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Kepolaran Gaya Antarmolekul dan Bentuk Molekul untuk Siswa SMA/MA Kelas X Menggunakan Scientific Approach Berbasis Inkuiri Terbimbing. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan llmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Muntholib S.Pd. M.Si. (II) Drs. Darsono Sigit M.Pd. Kata Kunci bahan ajar scientific approach berbasis inkuiri terbimbing kepolaran gaya antarmolekul bentuk molekul Pada tahun 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia mulai menerapkan Kurikulum 2013 yang menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Penerapan pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran bentuknya adalah metode pembelajaran inkuiri. Keefektifan Kurikulum 2013 tidak hanya ditentukan dari metode pembelajaran yang digunakan pendidik di dalam kelas namun juga bahan ajar yang digunakan oleh peserta didik. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul menggunakan scientific approach berbasis inkuiri perlu dilakukan. Jenis inkuiri yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini adalah inkuiri terbimbing dengan harapan dapat membantu siswa menjadi aktif dan terbiasa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran inkuiri. Adapun tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah (1) menghasilkan bahan ajar kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul menggunakan scientific approach berbasis inkuiri terbimbing dan (2) mengetahui kelayakan bahan ajar hasil pengembangan melalui validasi. 12288 12288 12288 12288 Pengembangkan bahan ajar kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan et al. (1974). Tahap-tahap pengembangannya adalah (1) mendefinisi (2) merancang (3) mengembangkan dan (4) menyebarluaskan. Tahap keempat dari 4D yaitu menyebarluaskan produk pengembangan tidak dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian. Validasi dilakukan untuk mendapatkan data yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Data yang diperoleh dari hasil validasi berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis persentase rata-rata dan data kualitatif digunakan sebagai pertimbangan revisi bahan ajar. 12288 12288 12288 12288 Produk hasil pengembangan berupa bahan ajar kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul menggunakan scientific approach berbasis inkuiri terbimbing. Langkah pembelajarannya menggunakan langkah pembelajaran scientific approach yang mencakup tahap 5 M yaitu mengamati menanya mengumpulkan data mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Validasi produk dilakukan oleh empat validator dan diperoleh persentase kevalidan bahan ajar 90 7 % dengan kriteria sangat layak. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar berpotensi sebagai sumber belajar pada materi kepolaran gaya antarmolekul dan bentuk molekul menggunakan scientific approach berbasis inkuiri terbimbing.