Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 6-E terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kraksaan pada materi pokok hidrolisis garam / Fitriya Hasanah
Abstrak
Hasanah Fittriya. 2014. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 6-E terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Kraksaan Pada Materi Pokok Hidrolisis Garam. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Muhammad Su aidy M.Pd (II) Drs. Muhammad Shodiq Ibnu M.Si Kata kunci learning cycle 6-E konvensional hasil belajar Berdasarkan hasil observasi di SMAN 1 Kraksaan hasil belajar kimia masih tergolong rendah hasil belajar lebih kecil dari KKM yaitu 76. Hal ini kemungkinan disebabkan pada pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru yang umumnya merupakan pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran tersebut siswa kurang terlibat aktif selama proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran yaitu model pembelajaran Learning Cycle 6E. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keterlaksanaan pembelajaran model Learning Cycle 6E pada materi pokok Hidrolisis Garam (2) mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E dengan pembelajaran konvensional pada materi hidrolisis garam kelas XI IPA SMAN 1 Kraksaan (3) mengetahui hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (4) mengetahui hasil belajar psikomotorik siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional . Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan penelitian eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional sedangkan kelas eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kraksaan tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 160 orang siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 64 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen perlakuan berupa silabus RPP handout LKS dan instrumen pengukuran meliputi seperangkat soal tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa serta lembar observasi yang digunakan untuk menilai keterlaksanaan proses pembelajaran mengukur hasil belajar afektif dan psikomotor siswa. Soal tes yang digunakan sebanyak 29 soal dengan kriteria valid dan memiliki reliabilitas sebesar 0 846 dengan kriteria sangat tiggi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran materi hidrolisis garam menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E sebesar 92 60% dengan kriteria sangat baik. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Uji Mann Whitney U pada taraf signifikansi 945 0 05 menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 6E dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan cara konvensional. Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 6E (rata-rata 85 60) lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan menggunakan cara konvensional (rata-rata 77 43). Rata-rata hasil belajar afektif siswa kelas eksperimen sebesar 76 87 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata hasil belajar afektif kelas kontrol sebesar 64 50 dengan kriteria baik. Rata-rata hasil belajar psikomotorik siswa kelas eksperimen sebesar 76 68 dengan kriteria sangat baik. Rata-rata hasil belajar psikomotorik siswa kelas kontrol sebesar 64 37 dengan kriteria baik.