Skripsi
Konsep revolusi mental Tan Malaka / Adi Nugroho
Abstrak
Nugroho Adi. 2014. Konsep Revolusi Mental Tan Malaka. Jurusan Sejarah. Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Hariyono M. Pd. (2) Drs. Irawan M. Hum. Kata Kunci Konsep Revolusi Mental Tan Malaka Secara umum mayoritas pribumi tidak mendapatkan akses pendidikan modern di Hindia Belanda. Hal ini menyebabkan mentalitas masyarakat tersebut didominasi oleh nilai-nilai lama berupa logika mistika dan feodalisme. Tan Malaka sebagai salah satu pendiri bangsa Indonesia menawarkan revolusi mental yang berisi resep jitu bagi republik yang baru saja merdeka. Tan Malaka memandang revolusi mental sebagai pelengkap dari revolusi nasional dan revolusi sosial yang terjadi antara kurun waktu 1945 sampai 1949. Rumusan masalah dalam Skripsi ini adalah (1) Bagaimana kondisi mental masyarakat pribumi Hindia Belanda (2) Bagaimana konsep revolusi mental menurut Tan Malaka (3) Bagaimana relevansi konsep revolusi mental Tan Malaka bagi pergerakan nasional Tujuan dari penulisan Skripsi ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan kondisi mental masyarakat pribumi Hindia Belanda (2) Untuk mendeskripsikan konsep revolusi mental menurut Tan Malaka (3) Untuk mendeskripsikan relevansi konsep revolusi mental Tan Malaka bagi pergerakan nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Metode ini meliputi pemilihan topik yang didasarkan pada perjuangan Tan Malaka dalam mengubah mental masyarakat pribumi Hindia Belanda yang masih berpikiran magis religious menuju pemikiran yang logis melalui sarana pendidikan dan pemikirannya heuristik yaitu proses mencari dan mengumpulkan sumber data penelitian kritik sumber interpretasi yaitu penafsiran terhadap sumber-sumber pustaka yang telah dikritik dan yang terakhir adalah historiografi yang memiliki arti penulisan sejarah. Hasil dari penulisan skripsi ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh pergerakan nasional menggunakan pemikiran Tan Malaka dalam perjuangannya merebut kemerdekaan. Para tokoh tersebut meliputi Soekarno yang telah membaca Naar de Republiek atau dalam terjemahan Bahasa Indonesia menjadi Menuju Republik menginspirasi beliau untuk menulis Indonesia Menggugat . W.R. Soepratman sang pencipta lagu Indonesia Raya mengilhami bagian akhir dari Massa Achtie yaitu kata tanah tumpah darahku diambil dari bab XII yang bertajuk Khayalan Seorang Revolusioner . Inti dari pemikiran revolusi mental Tan Malaka ini adalah didasari oleh gagasan atau ide untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari pola pemikiran yang masih terkungkung dalam belenggu magis religius. Revolusi mental mencakup tiga aspek kehidupan yaitu logika mistika feodalisme dan pendidikan. Tan Malaka mendefinisikan magis religius sebagai logika mistika yaitu pemikiran yang menjadikan tahyul sebagai penyebab terjadinya suatu peristiwa. Feodalisme merupakan salah satu penghambat masyarakat Indonesia untuk berpikir logis. Pendidikan merupakan sarana untuk menuju pola pikir yang lebih modern dan terbebas dari logika mistik.