Skripsi
Analisis laporan keuangan pada klub sepak bola berprestasi (studi pada Klub Arsenal, Everton, dan West Ham periode 2003-2012) / Nanang Agus Wijaya
Abstrak
Agus Wijaya Nanang. Analisis Laporan Keuangan pada Klub Sepak Bola Berprestasi (Studi Pada Klub Arsenal Everton Dan West Ham Periode 2003-2012). Skripsi Jurusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Puji Handayati S.E. M.M. Ak. (II) Hj. Yuli Widi Astuti S.E. M.Si.Ak. Kata Kunci Analisis Laporan Keuangan Klub Sepak Bola Prestasi Sebuah klub sepak bola akan terlihat kondisi dan kinerja keuangannya dari analisis laporan keuangan. Banyak klub di Eropa yang mengalami kemunduran prestasi akibat kondisi krisis keuangan yang dialami. Klub-klub tersebut mengalami krisis keuangan akibat kurang baiknya pengelolaan keuangan klubnya. Sehingga perlu dilakukan analisis terhadap kinerja keuangan dari sebuah klub sepakbola untuk mengetahui bagaimana sebenarnya sebuah klub mengelola keuangannya. Sehinga analisis laporan dapat digunakan klub sepak bola tersebut sebagai rangkaian kegiatan untuk mendukung pencapaian prestasi yang akan dicapai. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi dan kinerja keuangan pada klub sepak bola berprestasi. Penelitian ini menggunakan rangcangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian yang digunakan berupa data sekunder dengan menggunakan Statement of Accounts and Annual Report yang diperoleh dari situs resmi www.arsenal.com (Arsenal) www.evertonfc.com (Everton) www.whufc .com (West Ham). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis likuiditas solvabilitas (leverage) profitabilitas dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi likuditas solvabilitas dan profitabilitas terbaik menempatkan Arsenal sebagai klub berprestasi dengan kondisi dan kinerja keuangan terbaik diikuti Everton yang memiliki kondisi efisiensi terbaik. Sedangkan West Ham merupakan klub sepak bola berprestasi dengan kondisi dan kinerja paling buruk.