UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Keragaman genetik Tarsius sp. Sulawesi Utara berdasarkan gen sitokrom B. dan penyusunan buku populer tentang tarsius / Decky David Wemvrid Kamagi

Kamagi, Decky David Wemvrid - Nama Orang;

Abstrak
Kamagi Decky David Wemvrid. 2014. Keragaman Genetik Tarsius sp. Sulawesi Utara Berdasarkan Gen Sitokrom B dan Penyusunan Buku Populer tentang Tarsius. Disertasi Program Studi Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. A. D. Corebima M.Pd. (2) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin S.Pd M.Si. (3) Prof. Dr. Shalihuddin Djalal Tandjung Ph.D. Kata Kunci Keragaman Genetik Tarsius sp. gen cyt b. 12288 12288 12288 12288 Tarsius adalah primata kecil dan unik ditemukan di Filipina Pulau Kalimantan Sumatera dan Sulawesi. Keragaman Tarsius di Sulawesi lebih tinggi dibandingkan dengan tempat lain karena sebagian besar spesies ditemukan di pulau Sulawesi. Status konservasi beberapa spesies Tarsius sekarang ini terancam punah oleh karena berbagai tekanan pada habitat alami karena menyusutnya hutan karena dijadikan pemukiman fragmentasi habitat akibat penggunaan lahan untuk pertanian dan perkebunan tekanan predator dan perburuan oleh manusia serta perubahan iklim oleh karena pemanasan global. Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi agar sumberdaya genetik (plasmanutfah) tidak punah. Klasifikasi dan tatanama berbagai spesies Tarsius sampai sekarang ini terus berubah. Saat ini ada 9 (sembilan) spesies di Sulawesi yaitu Tarsius tarsier (T. spectrum) T. sangirensis T. tumpara T. laring T. pumilus T. dentatus (T. dianae) T. wallacei T. fuscus T. pelengensis dan kemungkinan masih ada beberapa spesies yang perlu diidentifikasi dan diberi nama. Tarsius Sulawesi adalah spesies yang berkerabat dekat dengan beberapa karakter morfologis yang relatif sama sehingga perlu diperiksa melalui pendekatan molekuler untuk memperjelas posisi setiap spesies dalam klasifikasi. 12288 12288 12288 12288 Sekarang ini kajian keragaman telah dilakukan melalui penggunaan gen-gen sebagai penanda atau biasa disebut penanda genetik. Aplikasi dengan menggunakan gen sebagai penanda memberikan hasil yang mampu mengungkap perbedaan yang lebih teliti dalam membedakan intra dan interspesies karena tingginya dinamika variasi bersangkut paut dengan struktur dan organisasi genom DNA. Penanda genetik adalah alat yang sangat diperlukan untuk menentukan keragaman genetik dan biodiversitas dengan akurasi tinggi dan reproduktif. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan keragaman genetik hubungan kekerabatan dan pohon filogenetik dengan menggunakan gen cyt b sebagai penanda genetik (genetic marker) di antara spesies Tarsius di Sulawesi Utara. T. sangirensis mewakili tipe lokalitas pulau Sangihe T. tumpara mewakili tipe lokalitas pulau Siau dan T. tarsier (T. spectrum) yang mewakili tipe lokalitas Minahasa/Manado serta beberapa spesies Tarsius yang diambil dari GenBank. Alasan mengapa gen cyt b digunakan sebagai penanda genetik karena sekuen utuh dari gen cyt b beberapa spesies Tarsius telah diketahui sehingga dapat dijajarkan dengan sekuen sampel. Selain itu pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan beberapa pasang primer umum ternyata berhasil mengamplifikasi sekuen gen cyt b secara parsial dengan beberapa situs polimorfik. 12288 12288 12288 12288 DNA total diekstraksi dari jaringan otot yang diperoleh melalui tail cut sampling menggunakan innuPREP DNA micro Kit. Amplifikasi gen target menggunakan sepasang primer universal L 14841 dan H15149. Sekuen gen cyt b dijajarkan menggunakan program CLUSTAL-X dan keragaman sekuen dianalisis menggunakan piranti lunak MEGA5 versi 5.2.2. Uji fit model substitusi diperoleh model T92 I (Tamura 3-parameter) atau TN 93 G (Tamura-Nei) yang terbaik. Berdasarkan uji fit model substitusi tersebut maka jarak genetik dan rekonstruksi pohon filogenetik dihitung dan dibangun berdasarkan model tersebut. Rekonstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining dan Maximum Likelihood. 12288 12288 12288 12288 Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa primer yang digunakan dapat mengamplifikasi gen cyt b secara parsial dengan panjang mencapai 307 nt. Penjajaran sekuen parsial gen cyt b dari Tarsius sp. Sulawesi Utara dan beberapa spesies lainnya ditemukan perubahan basa di beberapa situs. Analisis pada sekuen parsial gen cyt b ditemukan situs invariabel 73% dan situs parsimoni informatif 23%. Diversitas nukleotida adalah 0 0698 dengan total jumlah mutasi 97 dan situs polimorpik 83. Macam mutasi yang terjadi pada situs polimorfik terdiri atas transisi transversi dan substitusi tunggal ganda. Rasio transisi/tranversi adalah 4 978. Kejadian transisi ternyata jauh lebih besar daripada kejadian transversi. 12288 12288 12288 12288 Jarak genetik antar spesies dan aksesi berkisar dari 0 sampai 0 240 dan rata-rata keseluruhan 0 080. Jarak genetik 0 ditunjukkan oleh spesies yang sama. Jarak genetik yang ditunjukkan oleh pasangan C. bancanus dengan spesies lainnya berkisar dari 0 181 sampai 0 240 sedangkan pasangan C. syrichta dengan spesies lainnya berkisar 0 181 sampai 0 200. Jarak genetik di antara Tarsius Sulawesi berkisar dari 0 sampai 0 095. Hal ini menunjukkan bahwa Tarsius Sulawesi adalah berkerabat dekat dan relatif jauh berkerabat dengan C. bancanus ataupun C. syrichta. Pohon filogenetik yang dibangun berdasarkan sekuen parsial gen cyt b dan asam amino yang ditranslasikan dari nukleotida tersebut menunjukkan bahwa pengelompokkan Tarsius yang dikaji sejalan dengan pengelompokkan berdasarkan biogeografi dan sebaran endemisme sebaran bentuk vokalisasi dan keragaman berdasarkan ciri-ciri morfologis. 12288 12288 12288 12288 Rujukan hasil dan bahasan penelitian ini telah dituangkan dalam draft buku populer tentang Tarsius. Hasil penilaian pada setiap komponen buku diperoleh skor rata-rata 61 67 sedangkan persentase penilaian pada setiap komponen buku paling kecil adalah 75%. Berdasarkan penilaian tersebut maka draft buku populer tentang Tarsius adalah layak dan direkomendasikan untuk dicetak dan diterbitkan. 12288 12288 12288 12288 Sekuen gen cyt b yang dikaji hanya sebatas 307 nt oleh karena perlu dilakukan kajian lanjut dengan menggunakan primer lain termasuk merancang primer sendiri agar genom gen cyt b utuh dapat disekuensing atau diperiksa lagi melalui aplikasi penanda genetik lainnya sehingga keragaman nukleotida dan posisi filogenetik Tarsius lebih banyak terungkapkan. Produk buku perlu uji coba lapangan berupa resensi dari beberapa pembaca agar lebih dapat diterima di masyarakat.


Informasi Detail
DDC
Rd 591.35 KAM k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi, 2014.
Deskripsi Fisik
xvi, 190 lembar : il. , tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03582/KI/14
Edisi
Disertasi (Pascasarjana) -- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. TARSIUS SP. SULAWESI UTARA - KEBERAGAMAN GENETIK
2. TARSIUS SP. SULAWESI UTARA - BUKU POPULER

Pembimbing
1. A.D Corebima ; 2. Mohamad Amin ; 3. Shalihuddin Djalal Tandjung
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik