Tesis
Implementasi program orientasi dan layanan pendukung bagi mahasiswa asing di perguruan tinggi (studi multikasus pada Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur) / Bongani Innocent Nkambule
Abstrak
Nkambule Bongani Innocent. 2014. Implementasi Program Orientasi dan Layanan Pendukung bagi Mahasiswa Asing di Perguruan Tinggi. Studi Multikasus pada Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur. Tesis Program studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr.H.Hendyat Soetopo M.Pd (II) Dr.H.Imron Arifin MPd. Kata Kunci Program Orientasi Layanan Pendukung Mahasiswa Asing Perguruan Tinggi. 12288 12288 12288 12288 Belajar di luar negeri merupakan keinginan setiap mahasiswa. Setiap tahun jumlah mahasiswa yang belajar di luar negeri mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang kita hidup dalam komunitas global di mana kerja sama antar pemerintah telah menyediakan mahasiswa dengan kesempatan tidak terbatas untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Indonesia memainkan perannya dalam ruang global dengan cara menyediakan program pendidikan untuk mahasiswa dari negara-negara berkembang untuk melanjutkan studinya. 12288 12288 12288 12288 Setelah mahasiswa tiba di negara baru mereka menghadapi banyak tantangan dalam kaitannya dengan budaya makanan bahasa dan proses belajar mengajar. Ada dua keadaan yang peneliti sendiri alami tentang pengalaman pertamanya di Indonesia secara personal yaitu (1) kurangnya pemahaman budaya peneliti pergi ke kantor rektorat sambil mengenakan celana pendek dan (2) salah seorang mahasiswa asing sering menyapa Direktur fakultas Pascasarjana sebagai Mas (Pemuda) di depan stafnya. Semua keadaan yang disebutkan di atas tidak disengaja tetapi muncul sebagai akibat dari kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang dinamika budaya di negara baru (Indonesia). Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk menyelidiki pelaksanaan program orientasi dan layanan pendukung di lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. 12288 12288 12288 12288 Lokasi penelitian ini di dua lembaga pendidikan tinggi berprestasi yaitu Universitas Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Fokus penelitian ini meliputi 1) implimentasi program orientasi terhadap mahasiswa asing 2) implimentasi layanan pendukung terhadap mahasiswa asing 3) kendala yang ditemui dalam proses pelaksanaan program orientasi dan layanan pendukung terhadap mahasiswa asing dan 4) langkah-langkah apa saja yang diambil untuk memastikan bahwa pelaksanaan program orientasi dan layanan pendukung berjalan efektif. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi-kasus di mana peneliti berusaha memahami makna peristiwa serta interaksi orang dalam situasi pada saat penelitian sehinnga peneliti memahami konsep-konsep pandangan-pandangan informan tentang program orientasi dan layanan pendukung bagi mahasiswa asing. 12288 12288 12288 12288 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik 1) wawancara mendalam 2) observasi partisipan 3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi ditafsir dan dianalisis secara mendalam baik melalui analisis dalam kasus maupun lintas kasus. Kredibilitas data dicek dengan cara triangulasi pengecekan anggota dan diskusi teman sejawat. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dilakukan pada para pembimbing sebagai independant auditor. 12288 12288 Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut (1) program orientasi dilaksanakan sebagai berikut a) program orientasi diimplementasik-an dengan cara yang dikustomisasi dengan tujuannya lembaga berarti itu semata-mata berfokus pada memperkenalkan mahasiswa baru dengan anggota staf layanan dukungan yang ada (termasuk proses pendraftaran kuliah) dan mahasiswa asing lain yang sudah mengikuti perkuliahan di kedua lembaga tersebut. (2) pelaksanaan layanan pendukung disajikan aspek-aspek sebagai berikut a) mahsiswa asing memanfaatkan layanan pendukung pokok yaitu asuransi asrama biaya hidup kesehatan dan keimigrasian b) mahasiswa asing diberi kesempatan untuk belajar bahasa c) diberikan kesempatan yang sama untuk mengambil bagian dalam olahraga dan kegiatan budaya (3) mengenai kendala yang ditemui dalam proses pelaksanaan program orientasi dan layanan pendukung informasinya sebagai berikut a) program orientasi tidak dilaksanakan secara maksimal secara terpadu b) program orientasi tidak menawarkan informasi yang cukup tentang beberapa layanan pendukung yang tersedia meliputi faktor sosial-budaya dan fasilitas-fasilitas c) program orientasi belum diformalkan maksudanya tidak ada program terstruktur yang difasilitasi dengan multimedia biar memberikan gambar catatan grafik dan pengetahuan otentik. d) Beberapa layanan dukungan mahasiswa belum dilaksanakan secara maksimal. Di UM ada kendala dalam konteks 1) pemberian asuransi belum transparan 2) keterlambatan biaya hidup 3) pengurusan dokumen imigrasi kurang dipersiapkan 4). Sedangkan di UIN ada kendalanya meliputi 1) keterlamabatan biaya hidup 2) kondisi asrama kurang memadai. e) Di kedua universitas tersebut (UM dan UIN) Kursus Bahasa Indonesia tidak memasukkan kosa kata yang diperlukan untuk berhasil dalam program akademik f) di kedua universitas ini faktor budaya belum mendapat perhatian secara penuh sehingga terjadi kesalahpahaman budaya g) lebih lanjut di kedua universitas ini konseling belum dianggap sebagai layanan penting. (4) langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan program orientasi dan layanan pendukung yang efektif adalah untuk memastikan bahwa a) program orientasi diformalkan dan terstruktur untuk membayangkan aspek yang berkaitan dengan budaya layanan dukungan yang tersedia dan aspek teknis lainnya (contoh menggunakan multimedia untuk menggambarkan fasilitas yang tersedia) agar dapat membantu mahasiswa baru memasuki lingkungan baru secara mulus b) perlu ada back-up-plan untuk meminjamkan uang kepada mahasiswa ketika anggaran dari sponsor datang terlambat c) perlu ada pengembangan dialog mahasiswa asing dengan pihak perguruan tinggi d) perlu ada evaluasi konstan program orientasi dan layanan pendukung supaya pelaksanaanya jalan secara efektif e) layanan konseling harus dianggap sebagi layanan penting f) faktor budaya harus dapat perhatian penuh g) silabus kursus bahasa harus direstrukturisasi untuk fitur kosakata yang digunakan dalam program akademik h) fasilitas dan ifrastruktur yang kurang memadai harus di renovasi. Mengingat fakta bahwa hanya ada tidak cukup referensi tentang program orientasi dan layanan pendukung bagi mahasiswa asing karena itu adalah sangat dianjurkan bahwa peneliti masa depan dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar pengenaan penyelidikan lebih lanjut yang harus dilakukan.