Tesis
Pengaruh model problem based learning terhadap kermampuan pemecahan masalah geografi SMA / Diyas Age Larasati
Abstrak
Larasati Diyas Age. 2014. Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geografi SMA. Tesis Program Studi Pendidikan Geografi PascaSarjana Universitas Negeri Malang. Pembim-bing (I) Prof. Sugeng Utaya M. Si. (II) Dr. Nyoman Ruja S.U. Kata Kunci model Problem Based Learning pemecahan masalah. 12288 12288 12288 12288 Model Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran berorien-tasi pada masalah. Pembelajaran berorientasi pada masalah yang ada di sekitar sis-wa dapat meningkatkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut mempengaruhi daya pikir siswa untuk memecahkan masalah yang ada. Permasalahan tersebut di-sajikan ke dalam pembelajaran dan siswa dituntut untuk menganalisis serta meme-cahkan masalah sehingga ditemukan solusi yang efektif. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh model PBL terhadap ke-mampuan pemecahan masalah. Hal tersebut sesuai dengan keunggulan model PBL yaitu dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi khususnya ke-mampuan pemecahan masalah. 12288 12288 12288 12288 Rancangan penelitian berupa eksperimen semu dengan design non equiva-lent control goup. Subjek penelitian dipilih berdasarkan nilai Ujian Tengah Seko-lah (UTS) semester ganjil yang memiliki rata-rata yang sama (homogen). Kelas kontrol menggunakan model ceramah dan diskusi sedangkan kelas eksperimen menggunakan model PBL. Instrumen tes kemampuan pemecahan masalah berupa soal esai sejumlah 5 butir soal. Pengumpulan data dengan tes dan observasi. Data gainscore dianalisis dengan menggunakan Uji Independent Sample T-Test dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian ini ada pengaruh signifikan model PBL terhadap kemam-puan pemecahan masalah. Gainscore pembelajaran yang menggunakan model PBL lebih tinggi daripada konvensional. Nilai rata-rata gainscore kelas eksperi-men sebesar 22 9032 dan kontrol sebesar 11 0938. Hasil analisis Uji Independent Sample T-Test perbedaan tersebut menunjukkan nilai p-level 0.000. Nilai p-level tersebut lebih kecil dari 0.05 (p