Tesis
The effect of lexically-based language teaching of Senior High School students\' reading fluency / Yansyah
Abstrak
ABSTRAK Yansyah. 2014. Pengaruh Pendekatan Leksikal terhadap Kelancaran Membaca Siswa Sekolah Menengah Atas. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Mohammad Adnan Latief M.A Ph.D (II) Dr. Sri Rachmajanti Dip. TESL Dip. App. Ling. M.Pd. Kata kunci Pengajaran Bahasa Berbasis Leksikal Siswa Menengah Atas Kelancaran Membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan Pengajaran Bahasa Berbasis Leksikal (PBBL) terhadap kelancaran membaca siswa sekolah menengah atas. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Siswa yang diajar menggunakan PBBL lebih lancar dalam membaca dibandingkan dengan siswa yang diajar tidak dengan metode tersebut. Terkait dengan komponen kelancaran membaca hipotesis ini dibagi menjadi sub-hipotesis (a) Siswa yang diajar menggunakan PBBL memiliki kecepatan membaca yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan tidak menggunakan metode tersebut (b) Siswa yang diajar menggunakan PBBL memiliki kemampuan memahami bacaan yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan tidak menggunakan metode tersebut. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan desain pasca-tes saja. Enam puluh satu siswa kelas sepuluh dari dua kelas program Ilmu Pengetahuan Alam di SMA N 1 Malang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kedua kelas itu kemudian dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kedua kelompok diberikan pasca-tes untuk mengetahui efek dari perlakuan. Instrumen utama dalam penelitian ini ada tes kelancaran membaca dengan format tes membaca dengan waktu yang diukur (timed reading test) untuk mengukur kecepatan dan pemahaman membaca siswa pada saat yang bersamaan. Selain itu instrumen lainnya yaitu kuisioner dan lembar observasi juga digunakan sebagai pendukung data utama. Setelah menganalisis data utama yang diperoleh dari hasil pasca-tes diketahui bahwa hasil dari Mann-Whitney tes menunjukkan nilai signifikansi hitung untuk kecepatan membaca dan pemahaman membaca secara berurutan ialah .042 dan .690. Hal ini mengindikasikan bahwa perhitungan statistik menemukan ada perbedaan yang signifikan pada kecepatan membaca dalam kedua kelompok tersebut karena angka tersebut lebih kecil daripada 0 05. Setelah statistik deskriptif dianalisis lebih jauh diketahui bahwa perbedaan rata-rata tersebut mengarah pada fakta bahwa nilai kecepatan membaca kelas eksperimen tidak lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini dikarenakan kecepatan membaca kelas kontrol lebih tinggi 24 8 poin dibandingkan kelas eksperimen. Dalam hal pemahaman membaca nilai signifikansi hitung adalah 0 690 yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai pemahaman membaca kedua kelompok tersebut. Jadi berdasarkan hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa PBBL tidak efektif untuk membantu siswa menengah atas menjadi lebih lancar dalam membaca. Ketika menelusuri sumber-sumber ketidakefektifan ditemukan bahwa terdapat beberapa kelemahan dalam penelitian ini. Dengan mengeliminasi kelemahan-kelemahan tersebut peneliti percaya bahwa PBBL masih bisa disarankan sebagai alternatif untuk pengajaran kelancaran membaca. Hal ini karena berdasarkan temuan data pendukung kebanyakan siswa diuntungkan dengan implementasi strategi pembelajaran ini.