Skripsi
Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar kimia koloid siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang / Hasbi Alvy Asyidiq
Abstrak
Asyidiq Hasbi Alvy. 2014. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Prestasi Belajar Kimia Koloid Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Malang. Skripsi Jurusan Kimia Progam Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Endang Budiasih M.S. (II) Drs. I Wayan Dasna M.Si. M.Ed. Ph.D Kata kunci inkuiri terbimbing prestasi belajar kimia koloid 12288 12288 12288 12288 Koloid merupakan salah satu materi yang dibelajarkan pada mata pelajaran kimia di SMA. Konsep-konsep penting yang dipelajari dalam materi koloid meliputi sistem koloid pengelompokan koloid sifat-sifat koloid dan pembuatan koloid. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA Negeri 10 Malang menunjukkan bahwa pembelajaran materi koloid masih dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah-praktikum). Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari cara menemukan fakta konsep dan prinsip melalui pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar khususnya prestasi belajar kognitif siswa kelas XI IPA SMA Negeri 10 Malang antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada materi koloid. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasy Exsperimental Design). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 10 Malang yang berjumlah enam kelas. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Cluster Sampling dan diperoleh kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran dan tes prestasi belajar. Hasil uji coba soal tes prestasi belajar yang dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat 31 soal yang valid dengan nilai reliabilitas butir soal 0 886. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan proses pembelajaran sedangkan uji hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan uji-t. 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional (ceramah-praktikum) termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase keterlaksanaan lebih dari 90%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata prestasi belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik yaitu 77 8 dibanding nilai rata-rata prestasi belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional yaitu 73 4.