Skripsi
Perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran think pair square dan model pembelajran think pair square-peta konsep pada materi sistem koloid kelas XI IPA MAN Malang 1 / Ayunda Naila Farihah
Abstrak
Farihah Ayunda Naila. 2014. Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Dibelajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair Square dan Model Pembelajaran Think Pair Square-Peta Konsep pada Materi Sistem Koloid Kelas XI IPA MAN Malang 1. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dedek Sukarianingsih M.Pd M.Si. (II) Habiddin S.Pd M.Pd. Kata kunci Think Pair Square Think Pair Square-Peta Konsep sistem koloid hasil belajar Pembelajaran yang dilakukan di MAN Malang 1 masih banyak dilakukan dengan metode ceramah interaktif yang berpusat pada guru dan menyebabkan siswa bosan dalam belajar kimia sehingga hasil belajar beberapa siswa masih di bawah Kriteria Kelulusan Minimal (KKM). Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif Think Pair Square. Model pembelajaran Think Pair Square masih memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep karena siswa harus belajar dengan membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian diperlukan model pembelajaran yang dapat membatu siswa mengorganisasikan konsep yang dipelajari yaitu model pembelajaran Think Pair Square yang dipadukan dengan pembuatan peta konsep. Materi sistem koloid bersifat teoritis dan lebih menekankan pada pemahaman konsep yang saling berkaitan. Materi tersebut cocok dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square-peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Think Pair Square dan model pembelajaran Think Pair Square peta konsep pada materi sistem koloid kelas XI IPA MAN Malang 1. Rancangan penelitian yang digunakan yakni rancangan eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain posttest only. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI IPA MAN Malang 1 yang terdiri dari lima kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penentuan kelas yang digunakan sebagai sampel dilakukan dengan undian. Kelas eksperimen 1 (XI IPA 3) dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square dan kelas eksperimen 2 (XI IPA 5) dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square-peta konsep. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara deskriptif dan statistik. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi adalah 0 05 dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Think Pair Square dan model pembelajaran Think Pair Square peta konsep pada materi sistem koloid kelas XI IPA MAN Malang 1 dengan nilai signifikansi 0 05 yaitu sebesar 0 041. Rata-rata nilai ulangan harian materi sistem koloid pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square peta konsep ( 85 25) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square ( 81 53) dan rata-rata nilai kuis materi sistem koloid siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square peta konsep ( 83 13) lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square ( 81 25). Hasil belajar aspek afektif dan aspek psikomotor siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Think Pair Square peta konsep lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan Think Pair Square.