Skripsi
Identifikasi kesulitan siswa dalam memahami konsep larutan penyangga dan hidrolisis garam menggunakan instrumen diagnostik two-tier / Iradhatun Fauziah
Abstrak
Fauziah Iradhatun. 2014. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep Larutan Penyangga dan Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Diagnostik Two-Tier. Skripsi. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Fauziatul Fajaroh M.S Dr.(2) Santoso Drs. M.Si. H. Kata Kunci Kesulitan belajar instrumen diagnostik two-tier larutan penyangga hidrolisis garam Kimia merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa SMA. Salah satu penyebabnya adalah atom molekul elektron ikatan kimia yang merupakan ciri khas dunia kimia tidak nampak dan tidak dapat dialami secara langsung. Penyebab lainnya adalah kimia mengandung konsep yang bersifat kompleks dan mempunyai tingkat generalisasi dan keabstrakan yang tinggi. Materi asam basa larutan penyangga dan hidrolisis garam merupakan materi yang saling berhubungan. Konsep asam basa merupakan konsep dasar yang membangun konsep larutan penyangga dan konsep hidrolisis garam. Siswa yang mengalami kesulitan belajar kimia tidak akan dapat membangun konsep yang bersifat hirarki. Berdasarkan nilai rata-rata ulangan harian larutan penyangga dan hidrolisis garam siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Situbondo Tahun Ajaran 2013-2014 mengalami kesulitan dalam memahami konsep pada materi larutan penyangga dan hidrolisis garam. Kesulitan tersebut merupakan akibat dari beberapa faktor yang membuat siswa belum paham dengan baik mengenai materi tersebut. Hal ini membuat penulis prihatin untuk mengetahui dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa dalam memahami konsep dasar asam basa larutan penyangga dan hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Situbondo tahun ajaran 2013-2014 yang terdiri dari kelas XI IPA-2 XI IPA-3 dan XI IPA-5. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes diagnostik two-tier yang disusun oleh peneliti. Melalui proses validasi isi instrumen dinyatakan valid dan memenuhi syarat untuk digunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep dasar asam basa termasuk dalam kategori kecil (37 12%) konsep larutan penyangga adalah kecil (45 17%) dan konsep hidrolisis garam termasuk dalam kategori cukup besar (58 25%). Pemahaman algoritmik siswa pada konsep dasar asam basa larutan penyangga maupun hidrolisis garam lebih besar dibandingkan pemahaman konseptual. Konsep-konsep yang belum dipahami siswa antara lain asam basa konjugat spesi yang terkandung dalam suatu larutan penyangga pengaruh penambahan asam/ basa dan pengenceran pada larutan penyangga sifat larutan garam yang berasal dari asam lemah-basa kuat asam kuat-basa lemah asam lemah-basa lemah