Skripsi
Makna idiom dalam novel Timo Und Der Tanz Der Buchstaben asli versus terjemahan / Arsita Rakhmawati
Abstrak
Rakhmawati Arsita. 2014. Makna Idiom dalam Novel Timo und der Tanz der Buchstaben Asli Versus Terjemahan. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rosyidah M.Pd. (II) Desti Nur Aini S.S. M.Pd. Kata kunci penerjemahan idiom novel Timo und der Tanz der Buchstaben Menerjemahkan sebuah teks dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia bukanlah perkara mudah. Ada beberapa kesulitan yang dialami penerjemah dalam proses penerjemahan salah satunya adalah menerjemahkan idiom. Tidak semua idiom dalam bahasa Jerman memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Pesan yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca bisa saja tidak dapat tersampaikan dengan tepat karena penerjemah salah menerjemahkan. Oleh karena itu penerjemah harus paham akan idiom pada bahasa sumber maupun bahasa sasaran agar pesan yang ada pada bahasa sumber dapat tersampaikan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan idiom yang ada pada novel Timo und der Tanz der Buchstaben dan padanannya dalam bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Timo und der Tanz der Buchstaben asli dan novel hasil terjemahan mahasiswa jurusan Sastra Jerman Universitas Negeri malang Angkatan 2011. Data dalam penelitian ini adalah semua idiom baik yang terdapat dalam novel asli maupun versi terjemahan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa idiom yang terdapat dalam novel ini berjumlah 15 idiom. Terdiri atas 7 idiom penuh yaitu auf und ab kreuz und quer Schwarz auf wei nichts wie weg nach und nach nur zu dan im vollen Gang(e) sein dan 8 idiom sebagian yakni wie der Blitz etwas in Ordnung bringen bis Bald sich etwas hinter die Ohren schreiben in null Komma nichts Meine G te Schlag auf Schlag dan doppelt gemoppelt. Secara keseluruhan mahasiswa telah menerjemahkan idiom sesuai dengan makna kontekstualnya. Akan tetapi masih ditemukan pula idiom yang diterjemahkan secara harfiah sebanyak 6 idiom. Hal tersebut membuat hasil terjemahan menjadi tidak berterima.