Tugas Akhir
Analisis sistem verifikasi pengeluaran kas ongkos angkut sebagai wujud penerapan ISO Manajemen Mutu 9001:2008 untuk pengendalian internal PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. / Zakky Ainnur Rosyid
Abstrak
Rosyid Ainnur Zakky. 2014. Analisis Sistem Verifikasi Pengeluaran Kas Ongkos Angkut Sebagai Wujud Penerapan ISO Manajemen Mutu 9001 2008 Untuk Pengendalian Internal PT.Semen Gresik (Persero) Tbk. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Cipto Wardoyo SE. MPd. M.Si. Kata Kunci Pengendalian Internal Sistem Akuntansi Verifikasi ISO 9001 2008 Ongkos Angkut. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian internal merupakan suatu cara untuk mengarahkan mengawasi dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Tujuan dari adanya pengendalian internal yaitu Menjaga kekayaan organisasi Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi Mendorong efisiensi Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Objek penelitian ini adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.yang berada pada kawasan pabrik gresik Jawa Timur. Metode penelitian dengan wawancara dokumentasi dan observasi. Metode pemecahan masalah dengan cara mengidentifikasi analisa dan evaluasi kesesuaian pengendalian internal atas ongkos angkut terhadap ISO 9001 2008. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Hasil dari wawancara dan observasi diketahui bahwa sistem dan prosedur pengendalian internal atas pembayaran ongkos angkut di PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. telah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam ketentuan umum ISO 9001 2008 tentang manajemen mutu. Meskipun demikian terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan terus menerus diantaranya perlunya koordinasi terus menerus antara petugas verifikatur kepala seksi verifikasi dengan seksi administrasi dan distribusi. Sehingga ketidaksesuaian dalam permintaan pembayaran atas ongkos angkut dapat menurun. Verifikatur perlu melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan bahwa semen yang diterima pelanggan telah sesuai dengan ketentuan. Meningkatkan kualitas dan kapasitas petugas verifikatur sehingga dengan meningkatnya kualitas pegawai maka dapat meningkatkan mutu pengendalian internal atas ongkos angkut.