Tesis
Critical thinking reflected in academic debate practices for English language classroom / Sueb
Abstrak
Sueb. 2014. Pemikiran Kritis yang Direfleksikan dari Pelatihan Debat Akademik untuk Aktivitas Kelas Bahasa Inggris. Tesis Master Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascarasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Prof. Bambang Yudi Cahyono M.Pd. M.A. Ph.D. 2) Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A. Kata kunci in-class debate debat akadeik pemikiran kritis pembelajaran bahasa 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Pemikiran kritis telah menjadi satu tujuan pendidikan dalam satu dasawarsa terakhir. Oleh karena itu muncul gagasan bahwa kompetensi pemikiran kritis dianggap penting sebagai bagian dari kemampuan kognitif yang harus dikuasai oleh seorang siswa melalui proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya memadukan pemikiran kritis ke dalam kelas khususnya kegiatan debat di dalam kelas (in-class debate) yang dilandaskan dari hasil observasi pada kegiatan debat akademik tingkat perguruan tinggi di Indonesia. Secara detil penelitian ini menitikberatan pada beberapa bahasan di antaranya bagaimana pandangan para mahasiswa (debater) terhadap pemikiran kritis bagaimana pemikiran kritis yang direfleksikan selama kegiatan debat akademik bagaimana pelatihan debat akademik dalam mengakomodasi pemikiran kritis termasuk pula strategi instruksi selama pelatihan serta kemungkinan untuk memadukan pemikiran kritis di dalam kelas bahasa dengan mengacu pada model pelatihan debat akademik di Indonesia dan prinsip-prinsip pedagogis pembelajaran bahasa. 12288 12288 12288 12288 Penelitian kualitatif ini melibatkan dua komunitas debat bahasa Inggris perguruan tinggi Malang Debating Union (MDU) Jawa Timur dan Jogjakarta Debating Forum (JDF) wilayah Jawa bagian Tengah yakni selama latihan rutin serta keikutsertaan dalam kompetisi debat baik regional maupun nasional. Data dikumpulkan melalui beberapa instrumen di antaranya survei terhadap peserta kompetisi debat dengan menggunakan kuisioner observasi langsung selama latihan dan kompetisi serta dokumentasi penampilan debat melalui opinioner dan rekaman video. Data dianalisis dengan mengacu pada beberapa aspek dari pemikiran kritis. Analisis data dilanjutkan dengan merefleksikan pemikiran kritis pada debat akademik dengan prinsip-prinsip pedagogis pembelajaran bahasa. 12288 12288 12288 12288 Adapun beberapa hasil dari penelitian ini mencakup empat hal. Yang pertama adanya sikap positif dari para debater Indonesia terhadap aspek-aspek pemikiran kritis yang mencakup ketegasan sikap terhadap isu kontroversi subjektivitas dan objektivitas suatu informasi serta kemampuan logika dan nalar. Temuan ini sekaligus menyanggah asumsi bahwa pemikiran kritis secara ekslusif merupakan bagian dari budaya Barat sementara siswa Asia lebih cenderung berpikir secara hirarkis. Kedua pemikiran kritis para debater dapat direfleksikan melalui penampilan mereka baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun tertulis. Para debater menunjukkan ketegasan dalam keputusan atas satu isu nalar dan analisis yang logis berlapis serta penggunaan bukti yang relevan dan memahami pemikiran yang keliru (fallacy). Penemuan selanjutnya berdasarkan observasi aktivitas debat akademik memberikan perhatian yang kuat terhadap aspek-aspek pemikiran kritis melalui strategi instruksi mencakup kejelasan argumentasi gaya belajar yang independen serta memiliki wawasan komunikasi dan lintas budaya yang lebih luas. Yang terakhir adanya kesingkronan antara kegiatan debat akademik dengan prinsip-prinsip pedagogis pembelajaran bahasa yang berarti menguatkan prospek memadukan pemikiran kritis ke dalam pembelajaran bahasa melalui beberapa format debat di dalam kelas. 12288 12288 12288 12288 Terdapat beberapa aspek teknis yang memerlukan penyesuaian sebagai upaya untuk memadukan model pelatihan debat akademik ke dalam kelas bahasa. Oleh karenanya terdapat beberapa rekomendasi kepada beberapa pihak khususnya para instruktur bahasa untuk berani membawa pemikiran kritis ke dalam kelas dengan berbagai format yang dirasa efektif. Serta diperlukannya penelitian pengembangan pedoman debat di dalam kelas materi dan topik serta strategi dan pendekatan yang efektif.