Skripsi
Kemampuan dan kebutuhan belajar keaksaraan nasabah BRI Unit Cermee Bondowoso / Dani Ari Setiawan
Abstrak
Setiawan Dani Ari. 2014. Kemampuan Keaksaraan dan Kebutuhan Belajar Keaksaraan Nasabah BRI Unit Cermee Bondowoso. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Ishaq M.Pd (2) Sopingi S.Sos M.Pd Kata Kunci Kemampuan Keaksaraan Kebutuhan Belajar. Kemampuan keaksaraan nasabah BRI Cermee Bondowoso harus meguasai lima poin keaksaraan dasar yaitu mendengarkan berbicara membaca menulis dan berhitung untuk memenuhi standar kelulusan yang telah ditentukan. Kenyataan di lapangan nasabah BRI Cermee Bondowoso kurang dalam menguasai lima unsur keaksaraan dasar tersebut karena belum memenuhi ketentuan untuk dapat mengomunikasikan teks lisan dan tulis dengan menggunakan aksara dan angka dalam bahasa Indonesia dengan benar. Berdasarkan hal tersebut penelitian yang perlu diteliti adalah kemampuan dan kebutuhan belajar keaksaraan nasabah BRI Unit Cermee Bondowoso. 12288 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini berbertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan keaksaraan nasabah BRI Unit Cermee Kabupaten Bondowoso dan (2) mendeskripsikan kebutuhan belajar keaksaraan nasabah BRI Unit Cermee Kabupaten Bondowoso. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Metode pengumpulan data adalah wawancara observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dua tahap menyajikan dan mendeskripsikan serta dua tahap pencatatan dan pengolahan data. 12288 12288 12288 12288 Hasil analisis penelitian ini meliputi (1) kemampuan keaksaraan nasabah BRI Cermee Bondowoso (a) kemampuan mendengar mereka masih kurang karena kurang pahamnya nasabah terhadap apa yang mereka dengar pada saat percakapan (b) kemampuan berbicara nasabah BRI Cermee biasanya tidak memakai bahasa Indonesia tetapi menggunakan bahasa setempat yaitu bahasa Madura (c) kemampuan nasabah tentang membaca mereka masih kurang nasabah membutuhkan bantuan karyawan ataupun satpam untuk membantu membacakan tulisan pada slip tabungan penarikan dan lain-lain (d) kemampuan menulis nasabah BRI Cermee masih kurang sehingga menuliskan transaksi mengisi slip tabungan atau setoran mereka masih harus dibantu oleh satpam atau karyawan (e) kemampuan berhitung nasabah BRI Cermee sangat baik karena mereka mengerti hitung-menghitung seperti menjumlahkan mengurangi membagi dan mengali namun mereka melakukan hal tersebut dalam betuk uang dan (2) kebutuhan belajar keaksaraan nasabah BRI Cermee Bondowoso adalah bentuk keinginan nasabah dalam menguasai keaksaraan yang nasabah belum kuasai jadi kebutuhan yang mereka inginkan seperti dapat memahami cara belajar seperti (a) menanggapi pesan pendek yang didengarnya kepada orang lain merespon jawaban pertanyaan orang lain menjelaskan tanggapan sederhara tentang lingkungan yang diperintah dan (b) berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik mencoba memperkenalkan diri sendiri menggunakan kalimat sederhana (c) mengenal dan membaca lancar berbagai huruf suku kata dan kata dengan benar (d) menulis huruf abjad suku kata dan menulis kalimat sederhana dengan benar dan (e) melakukan perhitungan matematis berupa penambahan pengurangan pembagian dan perkalian sederhana. Kebutuhan belajar akan pengembangan potensi sumber daya alam Kecamatan Cermee dapat dikembangkan namun masih ada kendala kurangnya modal untuk pengembangan yang lebih besar kurangnya sumberdaya manusia kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan bahan mentah menjadi bahan jadi. Masyarakat Kecamatan Cermee membutuhkan belajar keaksaraan yang berkaitan dengan potensi alam agar dapat mensejahterakan kehidupan mereka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa materi belajar keaksaraan yang dibutuhkan nasabah BRI Unit Cermee ialah (1) belajar keaksaraan tentang cara pembuatan keripik pisang dan memilih bibit pisang yang baik (2) belajar keaksaraan tentang pengolahan kopi robusta atau arabika bagi petani kopi dan cara menjual bahan olahan kopi (3) belajar keaksaraan tentang mengembangkan dan membuat produk jahe dalam bentuk sachet dan (4) belajar keaksaraan cara mengolah dan menjual madu asli Cermee. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukakan beberapa saran yaitu (1) Kepala BRI Unit Cermee Bondowoso hendaknya mengidentifikasi kebutuhan belajar keaksaraan nasabah memikirkan solusi untuk memperbaiki kinerja operasional Bank BRI dalam melayani nasabah tentang keaksaraan solusi untuk nasabah tentang program-program yang mampu untuk membuat nasabah bisa belajar keaksaraan dan meningkatkan kualitas kemampuan keaksaraan nasabah (2) karyawan BRI Unit Cermee Bondowoso hendaknya meningkatkan lagi tentang pelayanan kepada nasabah khususnya mereka yang mengalami buta aksara membantu membelajarkan keaksaraan seperti mendengarkan berbicara membaca menulis dan berhitung nasabah agar lebih mudah dalam melaksanakan transaksi perbankan di BRI Unit Cermee Bondowoso dan (3) BRI Unit Cermee Bondowoso hendaknya lebih mengetahui keadaan nasabah yang benar-benar membutuhkan bantuan dari pihak bank dengan cara membuat program yang dapat membantu nasabah dalam belajar keaksaraan dasar yang bersifat fungsional. Kebutuhan belajar akan pengembangan potensi sumber daya alam Kecamatan Cermee dapat dikembangkan seperti pisang kopi jahe dan madu. Hal ini dapat melibatkan BRI untuk berpartisipasi dalam memajukan masyarakat Kecamatan Cermee.