Skripsi
Pelaksanaan terapi okupasi dan implikasi dalam pembelajaran pada anak cerebral palsi jenis spastik di SDLB Negeri Patrang Jember / Olivia Nur Isnaini
Abstrak
Isnaini Olivia N. 2014. Pelaksanaan Terapi Okupasi dan Implikasi Dalam Pembelajaran Pada Anak Cerebral Palsy Jenis Spastik di SLB Negeri Patrang Jember. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Immanuel Hitipiew MA. (II) Dra. Wiwik Dwi Hastuti S.Pd M.Pd. Kata kunci Terapi Okupasi Cerebral Palsy Spastik Pembelajaran 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan terapi pada anak Cerebral Palsy khususnya jenis spastik. Anak Cerebral Palsy di SDLB Negeri Patrang Jember mendapatkan pelayanan terapi yaitu melalui terapi okupasi. Terapi okupasi tentunya akan berpengaruh pada kegiatan sehari-hari. Dengan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini dapat dirumuskan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan terapi okupasi pada anak CP Spastik di SDLB Negeri Patrang terkait perencanaan pelaksanaan dan evaluasinya (2) Untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan terapi okupasi didalam kelas (3) Untuk mendeskripsikan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan terapi (4) Untuk mendeskripsikan bagaimana solusi dalam mengatasi kendala yang dijumpai selama pelaksanaan terapi okupasi. 12288 12288 12288 12288 Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif karena bertujuan menggali dan mempelajari fenomena kasus yang unik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi) wawancara (interview) dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SDLB Negeri Patrang Jember dengan sumber data yaitu guru kelas III D1 siswa Cerebral Palsy Spastik dan beberapa dokumen yang dijadikan sumber sekunder dari peneliti. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Terapi Okupasi pada anak CP Spastik di SDLB Negeri Patrang belum sesuai perencanaan yang dibuat dalam penyusunan perencanaan terapi pelaksanaan terapi okupasi dengan peralatan seadanya dan seringnya terapis tidak hadir serta evaluasi terapi yang dilakukan berupa latihan koordinasi dan pemberian skor. Kendala yang dijumpai yaitu penyusunan perencanaan yang terlalu lama dan membutuhkan waktu terapis jarang datang kesekolah sehingga pelaksanaan terapi harus ditunda dan tidak berjalan sesuai yang dijadwalkan. Selain itu kendala lain juga datang dari pihak orang tua yang kurang mendukung pelaksanaan terapi disekolah serta saat ini untuk fisik sarana sekolah masih kurang sempurna sehingga ruang terapi masih belum bisa tertata dengan baik dan rapi. 12288 12288 12288 12288 Beberapa saran yang diberikan yaitu diikutsertakannya terapis dalam kegiatan luar sekolah seperti workshop yang berhubungan dengan terapi dengan harapan bisa menambah referensi meningkatkan etos kerja terapis serta dapat mendiskusikan langsung terkait kesulitan atau pun permasalahan dalam penyusunan perencanaan terapi. koordinasi rutin yang dilakukan terkait masalah anak yang tidak ingin melakukan terapi dan kurangnya dukungan orang tua terhadap anak. Serta diadakan sosialisasi bagi orangtua para siswa agar orangtua siswa lebih mengerti keadaan dan lebih mendukung kegiatan anak selama disekolah. Terkait solusi mengenai kendala fisik saat ini telah dilakukan upaya perbaikan-perbaikan sarana dan ruangan untuk siswa agar kebutuhan para siswa bisa terpenuhi. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288