UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kajian komunitas ekor pegas (collembola) pada perkebunan apel (Malus sylvestris Mill.) di Desa Tulungrejo Bumiaji Kota Batu / Widyarnes Niwangtika

Niwangtika, Widyarnes - Nama Orang;

Abstrak
Niwangtika Widyarnes. 2014. Kajian Komunitas Ekor Pegas (Collembola) di Perkebunan Apel (Malus sylvestris Mill) Desa Tulungrejo Bumiaji Kota Batu. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Ibrohim M.Si. Kata kunci Kajian Komunitas Ekor Pegas Collembola Perkebunan Apel Ekor pegas (Collembola) merupakan salah satu hewan yang tergolong filum Arthropoda. Collembola banyak ditemukan pada habitat tanah dan serasah baik di perkebunan maupun pertanian. Salah satu perkebunan yang banyak dikembangkan di Kota Batu adalah perkebunan apel. Tujuan penelitian adalah mengetahui komunitas komposisi keanekaragaman kemerataan kekayaan indeks nilai penting dan faktor abiotik yang mempengaruhi keberadaan ekor pegas (Collembola) pada perkebunan apel. Penelitian bersifat deskriptif eksploratif. Objek penelitian adalah Collembola yang tertangkap dengan dua metode yaitu metode nisbi dengan pithfall trap dan metode absolut dengan isolasi basah menggunakan saringan tujuh tingkat. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada bulan April-Juni 2014. Tiap minggu dilakukan pengambilan sampel tanah dan serasah dan pemasangan pitfall dipasang secara acak. Pengukuran faktor abiotik pada tiap-tiap plot terdiri dari suhu tanah pH tanah kelembaban tanah. Pengukuran bahan organik berupa sampel tanah dan serasah terdiri dari analisis kandungan C dan N. Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan komposisi jenis Collembola terdiri dari 5 famili 10 genus dan 11 spesies. Indeks keanekaragaman infauna sebesar 1 53 sedangkan epifauna sebesar 1 627. Nilai indeks kemerataan infauna sebesar 0 25 sedangkan epifauna sebesar 0 21. Indeks kekayaan yang didapatkan dari infauna sebesar 1 39 sedangkan epifauna sebesar 1 47. Indeks nilai penting spesies infauna dan epifauna yang tertinggi dimiliki oleh Entomobrya multifasciata. Hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa faktor abiotik berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis Collembola. Sedangkan kandungan C/N tanah mempunyai hubungan terhadap kemerataan dan kekayaan jenis Collembola infauna dan epifauna. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang komunitas Collembola pada lahan apel namun dalam kurun waktu lama seperti pada musim yang berbeda sehingga dapat diketahui perbedaan jumlah komunitasnya dalam dua musim berbeda.


Informasi Detail
DDC
Rs 632.65 NIW k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2014.
Deskripsi Fisik
ix, 82 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04041/KI/14
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. APEL - HAMA
2. COLLEMBOLA

Pembimbing
1. iBROHIM
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik