Skripsi
Inflectional errors in recount texts composed by eight graders / Evi Purwanti
Abstrak
Purwanti Evi. 2014. Kesalahan dalam Penggunaan Inflectional pada Bacaan Teks Recount Yang Disusun Oleh Murid Kelas 8. Jurusan Sastra Inggris Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Yazid Basthomi M.A. Kata kunci kesalahan infleksional teks recount murid kelas 8. Penelitian ini menginvestigasi kesalahan yang dibuat oleh murid-murid SMPN 1 Singosari. Peneliti memilih teks recount sebagai tulisan murid- murid karena text recount berhubungan dengan beberapa struktur tata bahasa Inggris seperti penggunaan kata kerja bentuk lampau bentuk jamak dan tata bahasa Inggris lainnya. Penelitian ini diadakan bagi murid-murid kelas 8 karena mereka sudah mendapatkan materi teks recount. Murid-murid kelas 8 adalah level pemula penulis jadi peneliti mengadakan penelitian ini untuk menguji kemampuan murid-murid pada penulisan teks recount. Infleksional dipilih karena mempunyai beberapa peraturan dan memungkinkan jika murid-murid membuat kesalahan pada tulisan mereka. Peneliti mengumpulkan 52 tulisan teks recount yang dibuat oleh 52 murid-murid. Penelitian ini berhubungan dengan infleksional meliputi kata kerja bentuk lampau kata benda bentuk jamak kata benda pemilik dan infleksional lainnya. Infleksional lainnya dibahas tapi tidak menjad prioritas. Murid-murid menyelesaikan tulisan teks recount selaman 45 menit. Peneliti menganalisa hasil tulisan dengan mengadaptasi Surface Strategy Taxonomy oleh Dulat et al. Ada 4 kategori untuk menggolongkan kesalahan antara lain ketidak telitian dalam penghilangan penambahan bentuk yang tidak berubah dan salah penempatan.Peneliti menemukan 434 kesalahan pada 52 tulisan teks recount yang dibuat oleh murid-murid. Penelitian ini menunjukan kesalahan dalam perubahan bentuk sebagai yang paling sering dijumpai pada tulisan teks recount. Presentasinya sebesar 55 9%. Disusul diposisi kedua yaitu kesalahan dalam penghilangan. Mempunyai presentasi 10% kesalahan dalam penambahan menempati posisi ketiga. Dan diposisi terakhir adalah kesalahan dalam salah penempatan. Hasil itu menunjukkan bahwa murid-murid mengalami kesulitan pada tata bahasa khususnya infleksional. Karena teks recount berhubungan dengan kata kerja masa lampau murid-murid masih mendapatkan kesulitan pada pembentukan kata kerja masa lampau baik itu kata kerja regular atau irregular. Beberapa penyebab yang muncul mengapa murid-murid dalam membangun teks recount khususnya infleksional seperti terlalu menyimpulkan konsep mengabaikan peraturan ketidak lengkapan peraturan dan konsep yang salah. Kini diharapkan bahwa guru akan memberikan pelatihan dan latihan yang lebih pada murid-murid khusunya terhadap masalah yang dihadapi oleh mereka. Memberikan informasi yang detail tentang topic yang sulit akan memberikan murid-murid pengertian yang jelas dan meminimalisir kesalah pahaman tentang materi tertentu.