Skripsi
Pengembangan modul pembelajaran matakuliah mekatronik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Rafik Maulana Tirmidzi
Abstrak
Maulana Rafik T. 2014. Pengembangan Modul Pembelajaran Matakuliah Mekatronik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Imam Sudjono M.T. (II) Didik Nurhadi S.Pd. M.Pd. Kata Kunci modul pembelajaran mekatronik 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang matakuliah mekatronik membahas bagaimana cara kerja PLC dan program-programnya. Tetapi dalam praktiknya dosen mengalami kesulitan dalam men-transfer materi ke mahasiswa yang berakibat mahasiswa kurang mengerti materi tentang PLC. Untuk meningkatkan kualitas dalam pembelajaran maka diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat melibatkan mahasiswa secara dominan. Untuk menerapkan metode tersebut diperlukan adanya sebuah modul sehingga mahasiswa menjadi lebih terbimbing dalam pembelajaran dan bisa belajar sendiri di dalam kelas maupun di luar kelas. Dengan adanya modul tugas dosen dalam pengajaran bukan lagi pemberi informasi seperti pada pengajaran konvensional tetapi tugas dosen sebagai pengelola kegiatan belajar mahasiswa dengan kata lain tugas dosen menjadi lebih ringan. Tujuan pengembangan ini adalah membuat sebuah modul pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan bagi dosen dalam mengajar dan khususnya bagi mahasiswa dapat mengerti materi tentang mekatronik khususnya PLC Omron dan software CX Programer baik dari segi isi cakupan format maupun waktu penyampaian dalam pembelajaran Mekatronik di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Produk yang diharapkan dari penelitian ini adalah terwujudnya sebuah modul pembelajaran mekatronik yang terdiri dari seperangkat instrumen yang dapat memberikan ke-mudahan bagi dosen untuk mengajar dan khususnya bagi mahasiswa bisa me-ngerti materi tentang mekatronik. Dalam pengembangan modul lebih mem-perhatikan susunan tampilan bahasa yang mudah dipahami menguji pemahaman stimulan kemudahan dibaca dan materi intruksional. 12288 12288 12288 12288 Pengembangan modul pembelajaran menggunakan model pengembangan Sugiyono (2013) dengan beberapa penyesuaian dengan kondisi peneliti dan subjek uji coba. Pengembangan ini terdiri dari 7 langkah yaitu (1) Potensi dan masalah. Potensi yang dapat dikembangkan adalah meningkatan kualitas keahlian mahasiswa dalam bidang mekatronik sehingga dapat bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain dalam dunia kerja (2) Pengumpulan data. Peneliti melakukan observasi dan wawancara pada dosen pengampu matakuliah mekatronik serta mahasiswa dan didapat informasi jenis modul yang diinginkan yaitu jenis modul yang terdiri dari uraian materi tugas dan tes (3) Desain produk. Pengembangan modul diwujudkan dengan merancang desain awal modul pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan 4) Validasi desain. Validasi me-libatkan 2 orang ahli yang terdiri dari seorang ahli materi dan seorang ahli modul (5) Revisi desain. Revisi desain bertujuan memperbaiki serta proses penyempur-naan modul setelah memperoleh masukan dari para ahli (6) Uji coba produk. Dari hasil uji coba diharapkan diperoleh masukan sebagai bahan pe-nyempurnaan draft modul yang diuji cobakan. Peneliti mengujicobakan produk pada 25 mahasiswa (7) Revisi akhir produk. Penyempurnaan akhir yang komprehensif terhadap modul sehingga modul siap diproduksi sesuai dengan masukkan yang diperoleh dari kegiatan sebelumnya. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil validasi ahli modul dengan hasil 89.3% menunjukkan bahwa modul pembelajaran matakuliah mekatronik valid/layak untuk digunakan sebagai modul pembelajaran. Aspek yang belum memenuhi syarat sebesar 10 7% yang terdiri dari (1) susunan komponen modul yang kurang tepat (2) kurangnya penjabaran SK dan KD dalam modul (3) tampilan modul kurang menarik (4) sampul modul yang kurang sesuai dengan tingkat mahasiswa. Dari ahli materi dengan hasil 82 5% disimpulkan bahwa modul pembelajaran matakuliah mekatronik valid/layak untuk digunakan sebagai modul pembelajaran. Aspek yang belum memenuhi syarat sebesar 17 5% yang terdiri dari (1) teori yang digunakan dalam modul sesuai dengan teori PLC bukan teori mekatronik secara umum (2) Model-model yang dikembangkan dalam modul ini sesuai dengan teori PLC bukannya teori mekatronik (3) Contoh-contoh yang disajikan dalam modul ini sesuai dengan teori PLC bukan teori mekatronik. Dari mahasiswa dengan hasil 81 2% disimpulkan bahwa modul pembelajaran matakuliah mekatronik valid/layak untuk digunakan sebagai modul pembelajaran. Aspek yang belum memenuhi syarat sebesar 18 8% yang terdiri dari (1) Contoh soal yang mempersulit mahasiswa dalam memahami materi (2) Penggunaan modul yang tetap membutuhkan dampingan dosen (3) Tujuan pembelajaran dalam modul kurang jelas.