Skripsi
Studi tentang faktor penetapan muatan lokal pada program studi tata busana di SMK Negeri se Malang Raya / Insani Suciati
Abstrak
Suciati Insani. 2014. Studi Tentang Faktor Penetapan Muatan Lokal Pada Program Studi Tata Busana di SMK Negeri se Malang Raya. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Nurul Aini M.Pd (II) Dra. Agus Hery Supadmi. I M.Pd. Kata Kunci Faktor Penetapan Muatan Lokal. SMK merupakan salah satu bagian dari pendidikan di Indonesia berdasarkan jenjang pendidikan. Salah satu komponen pendidikan yang sangat penting adalah kurikulum. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah termasuk SMK dikembangkan sesuai dengan relevansi oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan. Pada kurikulum KTSP wajib memuat Muatan Lokal. Mata pelajaran Muatan Lokal tidak mempunyai Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar sehingga sekolah harus membuat dan mengembangkan sendiri untuk mata pelajaran Muatan Lokal sehingga setiap sekolah mempunyai mata pelajaran Muatan Lokal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penetapan Muatan Lokal dalam hal ini faktor internal dan eksternal pada Program Studi Tata Busana di SMK Negeri se Malang raya. Rancangan penelitiannya adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian menggunakan keseluruhan populasi atau sampel jenuh. Penelitian dilakukan di 5 SMK Negeri se Malang Raya dengan jumlah responden sebanyak 6 orang dengan 12 jenis Mata Pelajaran Muatan Lokal. Instrumen penelitian berupa angket tertutup. Uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan test retest. Hasil analisis dengan teknik analisis data statistik deskriptif dengan hasil berbentuk persentase. Berdasarkan hasil analisis data dari faktor internal dapat diketahui bahwa (a) faktor tujuan sangat berpengaruh dengan persentase 100% (b) faktor kompetensi pendidik berpengaruh dengan persentase 58 3% (c) faktor karakteristik peserta didik sangat berpengaruh dengan persentase 50% dan (d) faktor sarana dan prasarana sangat berpengaruh dengan persentase 75%. Hasil analisis data dari faktor eksternal dapat diketahui bahwa (a) faktor keadaan daerah berpengaruh dengan persentase 58 3% dan kebutuhan daerah sangat berpengaruh dengan persentase 66 7%. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama faktor internal yang sangat berpengaruh dalam menetapkan Muatan Lokal yaitu faktor tujuan sarana dan prasarana dan karakteristik peserta didik. Faktor internal yang berpengaruh yaitu faktor kompetensi pendidik. Kedua faktor eksternal yang sangat berpengaruh dalam menetapkan Muatan Lokal yaitu faktor kebutuhan daerah. Faktor eksternal yang berpengaruh yaitu faktor keadaan daerah. Saran pada penelitian ini adalah sebaiknya dalam menetapkan mata pelajaran Muatan Lokal sekolah perlu memperhatikan faktor keadaan daerah karena dengan memperhatikan keadaan daerah dapat menggali potensi daerah yang ada sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan dari Muatan Lokal.