Skripsi
Hubungan kondisi bengkel dan persepsi siswa tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel mesin otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang / Dimas Setya Budi
Abstrak
Budi Dimas Setya. 2014. Hubungan Kondisi Bengkel dan Persepsi Siswa mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bengkel Mesin Otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Skripsi Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Anny Martiningsih M.Kes (2) Drs. Basuki M.Pd. Kata Kunci Hubungan kondisi bengkel Persepsi siswa tentang K3 pelaksanaan K3 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan siswa yang dituntut siap kerja setelah lulus dari sekolah. Tugas utama siswa SMK adalah mampu menciptakan peluang usaha dan menjadi tenaga kerja profesional di bidangnya. Salah satu sikap kerja profesional adalah selalu memperhatikan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk dapat meminimalisir setiap peluang kecelakaan kerja akibat kesalahan prosedur dan semua itu dibentuk melalui pengalaman belajar di sekolah. 12288 12288 12288 12288 Kondisi bengkel mempengaruhi pelaksanaan K3 luas bengkel yang masih belum sesuai dengan standar Permendiknas No. 40 Tahun 2008 menyebabkan bengkel menjadi kurang kondusif. Selain itu banyak siswa SMK yang masih mengabaikan konsep yang benar tentang K3. Hal tersebut dikarenakan persepsi siswa tentang konsep K3 yang cenderung rendah. 12288 12288 12288 12288 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi hubungan antara kondisi bengkel (X1) dan persepsi siswa tentang K3 (X2) dengan Pelaksanaan K3 (Y) di bengkel mesin otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Serta mendeskripsikan masing-masing variabel X1 X2 dan Y. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan metode Ex Post Fakto untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat secara kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK N Pasirian. Data yang diperoleh diuji dengan uji asumsi klasik untuk menguji prasyarat analisis dan uji hipotesis untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian (1) Kondisi bengkel (X1) dalam kategori kurang kondusif yaitu sebesar 15 15% (2) Persepsi siswa tentang K3 (X2) dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 19 70% (3) Pelaksanaan K3 (Y) dalam kategori kurang baik yaitu sebesar 10 61% (4) Ada hubungan positif dan signifikan antara kondisi bengkel dengan pelaksanaan K3 di bengkel mesin otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar r 0 559 (5) Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang K3 dengan pelaksanaan K3 di bengkel mesin otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar r 0 528 (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kondisi bengkel dan persepsi siswa tentang K3 dengan pelaksanaan K3 di bengkel mesin otomotif SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar r 0 582.