Skripsi
Penggunaan media kreta angka untuk meningkatkan pembelajaran matematika siswa tunagrahita kelas 1 di SDLB Sari Wiyata Wlingi Blitar / Ajeng Arief Darmawati
Abstrak
Arief Ajeng. 2014. Penggunaan Media Kereta Angka Untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika Siswa Tunagrahita Kelas I Di SDLB Sari Wiyata Wlingi Blitar. Skripsi Program Studi Pendidikan Luar Biasa Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. M. Efendi M.Pd M.Kes (II) Hendry Praherdhiono S.Si M.Pd. Kata Kunci media kereta angka pembelajaran matematika membilang 1-10 tunagrahita. Anak tunagrahita merupakan anak yang memiliki kekuranag atau keterbatasan dari segi mental intelektualnya dibawah rata-rata normal sehingga mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik komunikasi maupun sosial dan memerlukan layanan pendidikan khusus. Dalam pembelajaran anak tunagrahita media pembelajaran sangat berperan penting dalam proses pembelajaran karena membantu guru dalam menyajikan materi selain itu dengan media pembelajaran memudahkan siswa dalam menerima materi dengan ciri anak tunagrahita yang kurang mampu berfikir abstrak. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan media kereta angka yang merupakan rangkaian kereta api yang terbuat dari bahan kayu dan pada setiap gerbong ditancapkan bilangan 1-10 untuk memberikan kemudahan siswa mengenal bilangan dengan cara yang menyenangkan dan disukai siswa. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan 1) penggunaan media kereta angka pada pembelajaran membilang 1-10 siswa tunagrahita ringan kelas I SDLB Sari Wiyata Wlingi-Blitar 2) aktivitas siswa tunagrahita ringan kelas I SDLB Sariwiyata Wlingi-Blitar saat mengunakan media kereta angka pada pembelajaran Matematika 3) hasil belajar membilang 1-10 siswa tunagrahita ringan kelas I SDLB Sari Wiyata Wlingi-Blitar setalah mengunakan media kereta angka. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK adalah proses insvestigasi terkendali untuk menemukan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus tindakan yang dikembangkan oleh Arikunto. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindkan 3) pengamatan dan 4) refleksi. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Kereta Angka pada mata pelajaran Matematika pada pokok bahasan membilang 1-10 siswa tunagrahita kelas I SDLB Sari Wiyata Wlingi meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari meningkatnya aktivitas belajar dan hasil belajar siswa yang meningkat serta ketuntasan klasikal kelas I mencapai 100% dari keseluruhan siswa. Kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran menggunakan Media Kereta Angka juga meningkat hingga mencapai keberhasilan 96 51% yang termasuk dalam kategori sangat baik.