Skripsi
Ludruk karya budaya sebagai media pembangunan pada masa Orde Baru (1965-1998) di Mojokerto / Innayatul Nur Aini
Abstrak
Aini N Innayatul. 2014. Ludruk Karya Budaya Sebagai Media Pembangunan Pada Masa Orde Baru (1965-1998) di Mojokerto . Skripsi Prodi Pendidikan Sejarah Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Waskito S.Sos M.Hum (2) Dr. Ari Sapto M.Hum. Kata Kunci Ludruk Orde Baru media pembangunan teori kritis 12288 12288 12288 12288 Peristiwa G 30 S memberikan dampak yang luas di setiap segi kehidupan. Dalam ranah kesenian peristiwa tersebut juga berdampak terhadap keberadaan kesenian rakyat khususnya ludruk. Ludruk sempat mengalami masa vakum yakni sekitar tahun 1965-1966. Kemudian lambat laun grup-grup ludruk bermunculan kembali. Saat itu peran ludruk berubah yang bisa dilihat dari esensi seni ludruk yang awalnya merupakan wadah perlawanan rakyat terhadap penguasa menjadi berangsur hilang diganti dengan suara-suara pemerintah yang menyerukan pembangunan. Di Desa Canggu sendiri juga berdiri sebuah grup ludruk. Ludruk Karya Budaya merupakan ludruk di Mojokerto yang berdiri sejak tahun 1970. Ludruk Karya Budaya sangat terkenal bahkan banyak orang yang menggandrungi pertunjukannya. Karya Budaya merupakan ludruk berdiri setelah peristiwa G 30 S. 12288 12288 12288 12288 Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sejarah berdirinya Ludruk Karya Budaya Hal tersebut dikaitkan dengan situasi politik saat itu menekankan hubungan kesenian dan kekuasaan. (2) mendeskripsikan Ludruk Karya Budaya sebagai media pembangunan di Mojokerto pada masa Orde Baru 1965-1998 (3) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kajian Ludruk Karya Budaya sebagai media pembangunan serta relevansinya terhadap pelajaran sejarah. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang bersifat analisis kritis dengan menggunakan metode historis. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu pemilihan topik heuristik kritik interpretasi dan historiografi. Untuk melengkapi data-data tertulis digunakan metode sejarah lisan melalui wawancara terhadap narasumber. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh terdapat tiga kesimpulan hasil penelitian Pertama mengenai faktor latar historis pendirian Ludruk Karya Budaya berdiri pada tahun 1969 yakni pertama karena keinginan dari penduduk desa canggu dan yang kedua adalah sebagai bukti monoloyalitas beberapa PNS. Pada waktu itu memang sangat sulit untuk mendapat izin mendirikan ludruk kecuali kalau ludruk tersebut berada di bawah binaan militer sehingga penduduk desa memberikan mandat supaya ludruk Karya budaya berada di bawah pimpinan Pak Bantu seorang anggota Polri. Kedua mengenai Ludruk Karya Budaya digunakan sebagai media pembangunan di Mojokerto hal tersebut dapat diamati lewat kidungannya serta cerita yang di dalamnya disisipi pesan pembangunan. Pesan pembangunan yang dibawakan oleh para pemain ludruk merupakan pemaksaan kreativitas dimana hal tersebut menjadikan pemain ludruk tidak peka terhadap kondisi sosial masyarakat. Pemerintah turut mewarnai dunia kesenian yang ketentuannya dilakukan hanya untuk melanggengkan kekuasaan. Ketiga nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kajian ludruk Karya Budaya adalah nilai nasionalisme dimana dalam pertunjukan ludruk banyak menyampaikan pesan pemerintah kepada masyarakat. Terdapat pula nilai-nilai moral hal tersebut ditunjukkan melalui cerita ludruk yang banyak melakukan kritik moral dan sosial yang terjadi di kehidupan masyarakat tapi tidak untuk pemerintah sedangkan yang terakhir yakni secara tersirat nampak nilai-nilai politis dimana pemerintah Orde Baru gagal memberikan pelajaran berdemokrasi yang baik dan benar kepada masyarakat yang merupakan esensi paling penting sebenarnya yang terkandung dalam nilai-nilai ideologi Pancasila. 12288 12288 12288 12288 Melalui kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dijabarkan maka terdapat beberapa saran yaitu (1) Bagi Ludruk Karya Budaya diharapkan Ludruk Karya Budaya dapat menghidupkan daya kreativitas untuk tampil lebih baik dan lebih kritis lagi. Melihat bahwa pada saat ini Ludruk Karya Budaya tidak lagi hidup di zaman Orde Baru yang mana saat ini adalah zaman kebebasan yang membebaskan untuk menyuarakan suara masyarakat. (2) Bagi Pendidik diharapkan pendidik dapat menjadiakan kajian penelitian ini sebagai salah satu bahan ajar yang dapat disampaikan kepada siswa terutama sebagai suatu pelajaran sejarah lokal. Selain itu juga dapat dijadikan salah satu contoh konkrit sebagai sebuah peristiwa yang terjadi di masa Orde baru yang dapat mewakili peristiwa yang bersifat nasional juga yang tentunya dapat menumbuhkan daya kritis siswa. (3) Bagi Peneliti selanjutnya diharapkan peneliti lain dapat meneliti dengan kajian-kajian ilmu lain sehingga penelitian tentang Ludruk Karya Budaya semakin banyak. Peneliti lain juga bisa mengangkat tema penelitian mengenai eksistensi Ludruk Karya Budaya dimasa sekarang ini karena Ludruk Karya Budaya merupakan ludruk yang terkenal dan mampu bertahan hingga saat ini. Dengan banyaknya kajian ini nantinya akan menambah banyak ilmu pengetahuan terutama mengenai kebudayaan.