Tesis
Hedging expressions in the thesis discussion section of S1, S2, and S students / Ria Kamilah Agustina
Abstrak
Agustina Ria Kamilah. 2014. Ekspresi Pembatasan (Hedging) yang Digunakan dalam Bab Pembahasan pada Tesis Mahasiswa S1 S2 dan S3. Tesis Program Pasca Sarjana. Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Johannes Ananto Prayogo M.Pd M.Ed. (II) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo M.A Kata Kunci Ekspresi Pembatasan (Hedging) Bab Pembahasan Tesis Mahasiswa S1 S2 dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekspresi pembatasan (hedging) pada bab pembahasan dari tesis mahasiswa S1 S2 dan S3. Ada tiga rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) tipe ekspresi pembatasan apa saja yang digunakan oleh mahasiswa S1 S2 dan S3dari Universitas Negeri Malang jurusan Bahasa Inggris (2) bagaimanakah frekuensi ekspresi pembatasan dari Salager-Meyer yang digunakan oleh mahasiswa S1 S2 dan S3dari Universitas Negeri Malang jurusan Bahasa Inggris (3) mengapa ekspresi pembatasan (hedging) terjadi pada bab pembahasan oleh mahasiswa S1 S2 dan S3dari Universitas Negeri Malang jurusan Bahasa Inggris Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan seluruh kumpulan data ada dalam bentuk kata-kata. Bab pembahasan pada tesis mahasiswa S1 S2 dan S3 adalah sumber datanya. Data yang digunakan adalah bab pembahasan pada tesis mahasiswa S1 S2 dan S3 pada tahun 2013. Ada tiga kategori tesis yang digunakan sebagai data yaitu jenjang S1 S2 dan S3. Terdapat 138 tesis yang terdiri dari 73 skripsi 59 tesis dan 6 disertasi. Hasilnya menunjukkan ada lima tipe ekspresi pembatasan (hedging) yang digunakan oleh mahasiswa S1 S2 dan S3 yaitu perlindungan (shields) perkiraan derajat kuantitas frekuensi dan waktu (approximators of degree quantity frequency and time) keraguan penulis dan keterlibatan langsung (author s personal doubt and direct involvement) penambah beban-emosi (emotionally-charged intensifiers) dan gabungan pembatasan (compound hedges). Dari temuan tersebut tipe perlindungan mendapatkan frekuensi tertinggi. Hal ini sesuai dengan temuan Salager-Meyer yang mengatakan bahwa yang tertinggi pasti tipe perlindungan. Hal itu tidak mengejutkan karena hampir sama dengan modal. Frekuensi tertinggi terjadinya pembatasan ada pada tesis mahasiswa S3 yakni 2140 (51%). Hal ini berbeda dari Salager-Meyer yang mengatakan bahwa ekspresi pembatasan digunakan untuk mengurangi batasan kepastian. Faktanya tesis S3 harus memberikan pemikirannya yang dapat memperkuat hasil penelitian. Kemudian di urutan kedua ada pada jenjang S1 yakni 1709 (41%) dan yang terakhir ada pada tesis S2 yakni 341 (8%). Untuk macam-macam frekuensi di tiap jenjang tesis mahasiswa S3 juga mendapatkan frekuensi yang tertinggi pada tipe perlindungan yakni 1753 (58%). Tesis mahasiswa S1 ada di tempat yang kedua yakni 1049 (35%) dan yang terakhir adalah tesis mahasiswa S1 pada 227 (7%). Pada tipe yang kedua yaitu perkiraan derajat kuantitas frekuensi dan waktu tesis mahasiswa S1 ada di urutan pertama yakni 432 (52%). Tesis mahasiswa S3 pada urutan yang kedua yakni 353 (43%) dan yang terakhir adalah tesis mahasiswa S2 yakni 41 (5%). Pada tipe yang ketiga yaitu keraguan penulis dan keterlibatan langsung tesis mahasiswa S1 ada di urutan pertama yakni 48 (49%). Tesis mahasiswa S2 pada urutan yang kedua yakni 32 (32%) dan yang terakhir adalah tesis mahasiswa S3 yakni 19 (19%). Pada tipe yang keempat yaitu penambah beban-emosi tesis mahasiswa S1 ada di urutan pertama yakni 136 (79%). Tesis mahasiswa S2 pada urutan yang kedua yakni 29 (17%) dan yang terakhir adalah tesis mahasiswa S3 yakni 7 (4%). Pada tipe yang terakhir yaitu gabungan pembatasan tesis mahasiswa S1 ada di urutan pertama yakni 44 (69%). Tesis mahasiswa S2 pada urutan yang kedua yakni 12 (19%) dan yang terakhir adalah tesis mahasiswa S3 yakni 8 (12%). Dalam hal sebab terjadinya pembatasan (hedging) mengurangi tingkat kepastian dari kebenaran atas pernyataannya dan menunjukkan kerendahan hati atas kesuksesan dan kesopanan terhadap masyarakat adalah frekuensi tertinggi dari sebab-sebab yang digunakan oleh orang yang diwawancarai. Hal ini sesuai dengan Salager-Meyer yang mengatakan bahwa pada komunikasi sehari-hari orang cenderung berbicara pelan agar mengurangi resiko perlawanan dan mengurangi ketakutan dibalik setiap tindakan berbicaranya. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menyarankan para dosen Bahasa Inggris untuk memperhatikan pentingnya ekspresi pembatasan (hedging) untuk meningkatkan pengetahuan para siswa mengenai bagian dari discourse terutama prinsip-prinsip kerjasama. Hal ini bisa juga sebagai bahan referensi bagi para pembimbing untuk memperhatikan siswa yang sedang dalam bimbingannya mengenalkan siswa pada aturan dan norma penulisan akademik dapat membantu siswa terutama untuk mereka yang sedang menyelesaikan tugas akhir mereka. Disarankan pula bagi peneliti selanjutnya untuk mengadakan dan mengembangkan penelitian yang mencakup aspek-aspek yang berhubungan dengan pembatasan (hedging) dari semantik hingga pragmatik.