Tesis
Kesiapan pembelajaran instrumentasi sistem otomasi I dengan menggunakan model CIPP dalam rangka pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi teknikal Program Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang / Yuni Sunarto
Abstrak
Sunarto Yuni. 2012. Kesiapan Pembelajaran Instrumentasi Sistem Otomasi I Dengan Menggunakan Model CIPP Dalam Rangka Pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Teknikal Program Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Tesis program studi Pendidikan Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis M.Pd dan (II) Prof. Dr. H. Mardji M.Kes. Kata-kata kunci pembelajaran instrumentasi sistem otomasi I CIPP. sertifikasi Pasar bebas Asean pada tahun 2015 akan dilaksanakan. Perjanjian pasar bebas ini telah diratifikasi seluruh anggota dan Indonesia salah satu negara Asean yang pada tahun 2003 telah ikut menandatangani perjanjian ini. Dengan jedah waktu tersebut semua negara anggota mempersiapkan diri. Sonhadji (2004) menyatakan dalam menghadapi globalisasi dibutuhkan akreditasi standarisasi dan sertifikasi yang kuat. Maka berdirilah badan-badan indipenden yang menangani akreditasi standarisasi dan sertifikasi. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) badan ini mempunyai tugas untuk mengembangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) mengembangkan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi (SKKNI) dan sertifikasi kompetensi indipenden. Demikian juga Teknik Mesin FT UM mulai tahun 2004 telah memikirkan untuk membekali tamatan dengan sertifikasi maka tahun 2006 sertifikasi resmi masuk konstruk kurikulum. Persiapan dimulai dengan meningkatkan kompetensi tenaga dosen dan laboran dengan pelatihan-pelatihan dan juga studi lanjut menambah sarana laboratorium dengan mesin-mesin baru dan penambahan gedung praktikum dan penataan laboratorium. Demikian laboratorium Otomasi dipersiapkan dengan menambah luas ruangan meja kuliah unit pelayanan udara jaringan listrik lampu serta peralatan Pneumatik dan PLC baru. Otomasi merupakan area okupasi yang bisa dimasuki tamatan yaitu departemen otomasi dan kontrol maka untuk memasuki okupasi tersebut harus memiliki kompetensi. Pada era Globalisasi sertifikasi kompetensi teknikal bisa menjadi daya tawar (competitive advantage) bagi tenaga kerja. Sampai saat ini sertifikasi belum juga dilaksanakan maka peneliti ingin melihat Kesiapan Pembelajaran Instrumentasi Sistem Otomasi I dengan menggunakan model CIPP dalam rangka pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi teknikal Program Studi D3 Teknik Mesin FT UM. Penilitian evaluasi ini merupakan penelitian deskriptif yang ingin memerikan (contex input process dan product ) apa adanya tanpa ada manipulasi ataupun perlakuan terhadap variabel. Subjeks penelitian adalah dosen pembina matakuliah Otomasi laboran dan mahasiswa. Dosen pembina sebanyak 5 orang dan laboran 1 dan mahasiswa yang mengambil matakuliah Instrumentasi Sistem Otomasi I (Mes 326) semester gasal 2011/2012 sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian menggunakan angket yang telah diujicobakan pada mahasiswa yang mengambil matakuliah tersebut pada semester gasal 2010/2011 sebanyak 20 orang. Data yang masuk diolah dengan SPSS for window untuk melihat standar deviasi mean dan katagori. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase aspek Context sebagian besar siap Input sebagian besar siap Process sebagian besar siap dan Product pada umumnya sangat siap. Hasil ini menunjukan bahwa pembelajaran Instrumentasi Sistem Otomasi I sebagian besar siap hal dapat dilihat dari kesiapan landasan hukum dan kebijakasanaan kesiapan perencanaan pembelajaran kesiapan pelaksanaan pembelajaran dan kesiapan hasil pembelajaran. Kesimpulan bahwa pembelajaran Instrumentasi Sistem Otomasi I telah dikelola dengan baik didukung sumber belajar yang cukup lingkungan belajar yang representatif dan dosen pembina yang kompeten. Sehingga mahasiswa memperoleh kemampuan kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (skills) tentang instrumentasi sistem otomasi dan siap untuk uji kompetensi teknikal.