Skripsi
Studi tentang motif khas \"Batik Balitar\" di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar / Chusna Yunita
Abstrak
Yunita Chusna. 2014. Studi tentang Motif Khas Batik Balitar di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Nurul Hidayati S.Pd. M.Sn (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si Kata Kunci batik motif khas Batik Balitar 12288 12288 12288 12288 Batik Balitar merupakan salah satu industri batik yang ada di Kota Blitar nama dari Batik Balitar tersebut bukan nama sebuah motif batik melainkan nama dari label industri batik dan dipatenkan sejak tanggal 29 Desember 2010 dengan No. D 0020010047502. Batik Balitar sebagai pelopor utama dari pembutan batik khas Kota Blitar yang tergabung dalam satu kelompok yang dinamakan Asosiasi Batik Blitar Asli (ABABIL). Batik Balitar memiliki lima motif khas yang kesluruhan motifnya dibuat berdasarkan ikon dan produk unggulan Kota Blitar. Kelima motif tersebut diantaranya adalah motif Sekarjagad Blitar motif Bendogeritan motif Koi-koi Blitar motif Bintang Pancasila dan motif Onthong-onthong. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang motif khas Batik Balitar di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian yang diperoleh peneliti Batik Balitar memiliki lima (5) motif khas diantaranya adalah (1) Motif Khas Sekarjagad (2) Motif Khas Bendogeritan (3) Motif Khas Bintang Pancasila (4) Motif Khas Koi-koi (5) Motif Khas Onthong-onthong. (1) Motif khas Sekarjagad memiliki rangkaian motif yang didalamnya antara lain adalah Gapura makam Bung Karno Cungkup makam Bung Karno ikan Koi buah Belimbing bunga Melati bunga Rosella waterpark Sumberudel Sambal pecel dan hasil bubut kayu Kota Blitar. Kesembilan motif tersebut tidak memiliki makna khusus dan kesembilan motif tersebut hanya menggambarkan ciri khas yang ada di Kota Blitar hal tersebut sekaligus melambangkan karakteristik manusia yang berbeda-beda (2) Motif Bendogeritan yang dilambangkan dengan bentuk motif buah bendo daun bendo bunga bendo dan truntum merupakan gambaran lingkunga sekitar yang terdapat banyak pohon bendo dari pohon bendo yang saling menyilang dengan pohon lain sehingga menimbulkan suara geritan yang pada akhirnya menjadi cikal bakal nama sebuah Kelurahan yang ada di Kota Blitar. Pada motif ini memiliki makna tuntunan atau arahan kepada aparatur kelurahan untuk dapat mengayomi mengarahkan masyarakat ke hal yang lebih baik (3) Motif Bintang Pancasila dilambangkan dalam bentuk Gunungan limo Kawung panca dan ungker-ungkeran wajah manusia yang menggambarkan lahirnya Pancasila yang hanya diperingati setiap tahun di Kota Blitar yang disebut dengan Grebeg Pancasila sedangkan makna dari lambang motif tersebut dimaknai siapapun yang mengenakan motif ini diharapkan dapat menjadi bintang dalam masyarakat jika dalam kesehariannya masih menghargai dan menjalankan kelima sila Pancasila (4) Motif Koi-koi dilambangkan dengan bentuk ikan Koi dimana motif tersebut diciptakan karena Kota Blitar sebagai salah satu pembudidayaan ikan Koi yang telah dikenal masyarakat luas dan sekligus sebagai gambaran karakteristik manusia yang beragam (5) Motif Onthong-onthong dilambangkan dengan bentuk macam-macam mainan anak-anak yakni Yoyo Onthong-onthong Marakas labu dan Marakas telur dimana motif ini diciptakan oleh perajin karena Kota Blitar sebagai produsen mainan anak-anak dan sekaligus sebagai produk unggulan bubut kayu di Kota Blitar. Pada motif ini juga sebagai gambaran karakteristik anak-anak yang berbeda-beda. 12288 12288 12288 12288 Saran yang dapat diberikan adalah (1) Pemerintah Daerah Kota Blitar disarankan untuk mengadakan pelatihan atau lomba-lomba desain motif batik agar muncul ide-ide baru dalam pembutan motif batik Balitar khususnya dan dapat mendatangkan beberapa ahli pembatik dari daerah lain agar dapat melakukan pengembangan pada motif ataupun pengembangan pewarnaan batik (2) Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar agar Batik Balitar lebih dikenal oleh masyarakat luas khususnya didalam ataupun di luar Kota Blitar maka dapat diperkenalkan melalui kegiatan pameran nasional atau diadakannya gelar potensi di kota Blitar khususnya (3) Saran bagi perajin Batik Balitar diharapkan dapat melakukan pengembangan desain motif dan pengembangan pewarnaan Batik Balitar dan sekaligus dapat mendokumentasikan ataupun membukukan motif-motif khas Batik Balitar dengan tujuan untuk menghindari hilangnya data-data penting yang ada di Batik Balitar dan Motif khas Batik Balitar agar tidak diklaim oleh daerah lain disarankan kepada perajin Batik Balitar untuk segera mengurus hak cipta motif di HaKI (4) Pada penelitian ini diharapkan budayawan yang ada di Kota Blitar dapat ikut serta mendampingi dan menjadi narasumber dalam pengembangan motif Batik Balitar .