Tugas Akhir
Kesiapan Perpustakaan Khusus Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang daam membangun sistem automasi perpustakaan / Yosef Leonard Victor Siahaya
Abstrak
Siahaya Yosef Leonard Victor. 2014. Kesiapan Perpustakaan Khusus Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang dalam Membangun Sistem Automasi Perpustakaan. Tugas Akhir. Program Studi D3 Perpustakaan Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono M.Pd (II) Drs. Hari Santoso S.Sos Kata Kunci sistem automasi perpustakaan perpustakaan khusus BALITTAS. 12288 12288 12288 12288 Tugas Akhir ini berjudul Kesiapan Perpustakaan Khusus Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) Karangploso Malang dalam Membangun Sistem Automasi Perpustakaan . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif tentang sistem automasi perpustakaan. Data diperoleh dari hasil (1) wawancara (2) observasi dan (3) dokumentasi di perpustakaan khusus BALITTAS Karangploso Malang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan perpustakaan khusus BALITTAS dalam membangun sistem automasi perpustakaan. Kesiapan perpustakaan khusus BALITTAS dalam membangun sistem automasi perpustakaan yang dipaparkan sebagai rumusan masalah adalah kebijakan kepala bagaian jasa penelitian masalah yang dihadapi dan pemecahan masalahnya. Pengunjung perpustakaan BALITTAS tidak selalu ramai pengunjung karena perpustakaan BALITTAS adalah perpustakaan khusus instansi pemerintah yang menaungi informasi tentang tanaman pemanis dan serat. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menyimpulkan bahwa pimpinan BALITTAS belum mengeluarkan kebijakan dalam hal membangun sistem automasi perpustakaan namun ada kesiapan atau terobosan dalam membangun sistem automasi di perpustakaan khusus BALITTAS yaitu dengan mengikuti pelatihan tentang sistem automasi perpustakaan dan pengenalan tentang software yang ada di perpustakaan. Dalam pelaksanaan tersebut muncul permasalahan yang dihadapi yaitu terbatasnya perangkat keras atau hardware serta kurangnya keterampilan dari tiap-tiap pustakawan. Disebabkan karena anggaran perpustakaan yang terealisasi tidak tepat dengan apa yang diharapkan dan belum adanya kebijakan dari pimpinan BALITTAS dalam hal menyediakan sumber daya manusia yang memenuhi standart kualitas dan kuantitas yang dipersyaratkan. Setelah munculnya permasalahan tersebut muncul bentuk usaha yaitu pembuatan proposal pengadaan perangkat keras atau perangkat lunak tentang sistem automasi perpustakaan serta mengadakan pendekatan kepada pimpinan BALITTAS.