Skripsi
Analisis protein membran spermatozoa kambing peranakan etawa, kambing boer, dan kambing kacang sebagai pendekatan kekerabatan / Gustu Widi Kencana Putra
Abstrak
Putra Kencana Widi Gustu. 2014. Analisis Protein Membran Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa Kambing Boer dan Kambing Kacang Sebagai Pendekatan Kekerabatan. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Umie Lestari M.Si (II) Sofia Ery Rahayu S.Pd M.Si Kata kunci analisis protein membran spermatozoa kambing hubungan kekerabatan kambing sistem perkawinan kambing. Jenis kambing lokal yang dipelihara di Indonesia diantaranya kambing kacang kambing Boer dan kambing Peranakan Etawa (PE). Untuk mencegah dampak negatif perkawinan kambing maka perlu diketahui hubungan kekerabatan antar hewan dengan menggunakan analisis protein membran spermatozoa kambing. Protein membran spermatozoa kambing merupakan protein yang terekspresi dalam jaringan testis kambing diantaranya enzim Glutathione S-transferases (GSTs) dengan berat molekul 23 kDa dan 26 kDa. Terdapat juga protein membran sperma yang dikode oleh gen SRY dengan berat molekul 39 kDa. Protein ini digunakan sebagai protein penanda molekuler untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar kambing PE kambing boer dan kambing kacang. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh profil protein membran spermatozoa secara keseluruhan dan profil membran testicular spermatozoa kambing Peranakan Etawa kambing boer dan kambing kacang. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan dilakukan pada bulan Maret-April 2014 di laboratorium Biologi Molekuler FMIPA Universitas Negeri Malang. Pengambilan sampel sperma kambing dalam bentuk straw diambil dari BBIB Singosari Malang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik isolasi protein membran spermatozoa kambing dan teknik elektroforesis SDS PAGE (Sodium Dedocyl Sulphate-Polyacrilamide Gel Electrophoresis). Data berupa pita gel elektroforesis di hitung berat protein standar dengan mencari nilai Rf kemudian dianalisis regresi linier dengan program SPSS 16. Hubungan kekerabatan antar kambing dilakukan dengan cara dianalisis menggunakan software MVSP (Multivariate Statistical Package) 3.22. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pita membran spermatozoa kambing peranakan etawa kambing boer dan kambing kacang secara keseluruhan menunjukan adanya perbedaan. Perbedaan ini ditunjukan dari berat molekul pita yang terbentuk dari hasil elektroforesis masing-masing isolat protein kambing. Kambing PE memiliki protein penanda molekuler dengan berat molekul 23 kDa dan 39 kDa kambing boer dengan berat molekul 26 kDa sedangkan kambing kacang tidak memiliki protein penanda molekuler. Kambing PE berkerabat dekat dengan kambing boer dengan indeks similaritas 0 667 sedangkan kambing kacang berkerabat jauh dengan kambing PE dan boer dengan indeks similaritas 0 500. Dari hubungan kekerabatan tersebut maka sistem perkawinan yang tepat pada kambing tersebut adalah perkawinan silang (cross breeding) antara kambing PE dengan kambing kacang dan kambing boer dengan kambing kacang.