Skripsi
Skrining fitokimia dan penentuan aktivitas antioksidan serta kandungan total fenol ekstrak buah labu siam (Sechium edule (Jacq.)Sw.) / Kurratul Aini
Abstrak
Aini Kurratul. 2014. Skrining Fitokimia dan Penentuan Aktivitas Antioksidan serta Kandungan Total Fenol Ekstrak Buah Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.). Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Betty Lukiati M.S. (II) Balqis S.pd M.Si. Kata kunci skrining fitokimia aktivitas antioksidan total fenol labu siam 12288 12288 12288 12288 Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas. Radikal bebas bersifat sangat reaktif dan mampu mengoksidasi senyawa biologi seperti karbohidrat DNA lipid dan protein. Antioksidan dibedakan menjadi antioksidan sintetik dan antioksidan alami berdasarkan sumber perolehannya. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penggunaan antioksidan sintetik tidak aman bagi kesehatan karena dapat bersifat karsinogenik. Antioksidan alami yang dapat diperoleh dari buah dan sayur saat ini banyak digunakan sebagai alternatif pengganti antioksidan sintetik. Buah labu siam merupakan salah satu contoh yang oleh masyarakat saat ini banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional untuk penyakit diabetes. Buah labu siam ini berpotensi sebagai antioksidan alami. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kandungan senyawa aktif (2) melakukan uji aktivitas antioksidan dan (3) mengetahui kandungan total fenol dalam ekstrak buah labu siam. Kandungan senyawa aktif ekstrak labu siam dapat diketahui melalui skrining fitokimia dengan menggunakan reagen tertentu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 517 nm dengan menggunakan difenilpikril hidrazil (DPPH) sebagai radikal bebas. Kandungan total fenol ekstrak buah labu siam dilakukan dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 360 nm dengan menggunakan reagen asam sulfanilat. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah labu siam mengandung senyawa alkaloid fenol dan flavonoid tetapi tidak terdeteksi mengandung senyawa golongan terpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol buah labu siam diketahui memiliki kekuatan yang lemah dengan nilai IC50 sebesar 191 554 g/mL. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kandungan total fenol ekstrak labu siam yang sangat rendah yakni sebesar 0 78%. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya digunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk skrining fitokimia sehingga dapat diperoleh macam kandungan senyawa aktif yang lebih akurat. Pemeriksaan uji kuantitatif alkaloid dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilanjutkan dengan densitometer atau menggunakan High Performance Liquid Cromatography (HPLC) dengan detektor spektrofotometer disamping itu untuk ekstraksi bisa dibandingkan dengan menggunakan pelarut lain seperti metanol n-butanol dan etil asetat.