UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Kesalahan terjemahan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman mahasiswa semester VII Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang / Wilma Akihary

Akihary, Wilma - Nama Orang;

Abstrak
Akihary Wilma. 2014. Kesalahan Terjemahan dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jerman Mahasiswa Semester VII Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Disertasi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Imam Syafi ie (2) Prof. Dr. H. Suparno (3) Dr. Sunaryo HS S.H. M.Hum. Kata kunci kesalahan terjemahan gramatika budaya Akurasi transfer informasi dari bahasa asing antara lain dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Indonesia penting. Untuk itu Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman UM memasukkan terjemahan dalam kurikulum pengajaran bahasa Jerman dengan harapan mahasiswa dapat memahami dasar-dasar teori terjemahan dan mampu menerjemahkan teks berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman dan sebaliknya secara berterima. Namun kenyataannya saat menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman terjadi kesalahan dalam struktur teks dan konteks kultural. Untuk itu analisis kesalahan berbahasa mahasiswa dalam menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman dilakukan dengan fokus pada dua hal yaitu (1) wujud kesalahan gramatika dan (2) wujud kesalahan pemahaman budaya. Data terhadap kesalahan dalam terjemahan berupa kata frasa dan kalimat yang bersumber dari teks tulis tugas Bau Nyale hasil terjemahan mahasiswa yang mengambil matakuliah Ubersetzung II. Satuan lingual ini kemudian diolah melalui teknik baca catat dan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut (1) pengumpulan data. Data berupa teks terjemahan brosur Bau Nyale dikumpulkan oleh peneliti dan selanjutnya diperiksa oleh penutur asli dan teman sejawat. Gundukan data tersebut kemudian dipilah per kalimat dan diberikan kode alfanumerik (2) identifikasi kesalahan. Taksonomi kategori linguistik digunakan untuk mengidentifikasi kesalahan pada tataran morfologi dan sintaksis. Untuk menganalisis budaya peneliti mengidentifikasi konsep budaya mahasiswa dengan mengurai kata frasa dan kalimat membuat kamus berisikan diksi yang digunakan mahasiswa dan mengonsultasikan dengan penutur asli kesalahan pemahaman budaya dari diksi mahasiswa dan alasan diksi yang digunakan penutur asli (3) klasifikasi kesalahan. Tahapan ini mengarah pada pengategorian. Data kesalahan gramatika yang ada dikelompokkan dan ditetapkan pola-pola berupa pelesapan penambahan penyeleksian dan yang terakhir salah urutan. Data kesalahan pemahaman budaya diklasifikasikan dalam (a) ekologi (b) sosial budaya (c) organisasi adat istiadat aktivitas dan konsep (4) penilaian kesalahan yang muncul. Pada langkah ini dinilai pola kesalahan gramatika yang sering muncul pada tiap tataran dan dibuat perhitungan sederhana sedangkan untuk budaya ditelaah pola kesalahan pemahaman budaya yang terjadi (5) penyimpulan kesalahan-kesalahan yang muncul. Pada tahap akhir ini disimpulkan kesalahan yang muncul sehingga dapat dipetakan permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan kesalahan gramatika morfologi yang berkaitan dengan kesalahan infleksi derivasi dan kompositum. Kesalahan infleksi (verba artikula nomina dan adjektiva) terbanyak pada tataran penyeleksian kesalahan derivasi juga pada tataran penyeleksian dan kesalahan kompositum terbanyak pada tataran salah urutan. Umumnya kesalahan terjadi karena aplikasi aturan yang tidak lengkap dan juga generalisasi yang berlebihan. Data menunjukkan kesalahan infleksi verba terkait dengan kala dan persona. Dari frekuensi penggunaan kala kesalahan infleksi verba terbanyak terdapat pada kala lampau. Kesalahan infleksi verba terkait dengan pengalihan persona terbanyak terjadi pada kala kini. Pada infleksi artikula takrif dan tak takrif kesalahan terkait dengan kasus dan tataran permukaan yang berbeda. Pada tataran pelesapan terjadi kesalahan infleksi artikula takrif terkait kasus datif sedangkan kesalahan infleksi pada artikula tak takrif terbanyak terjadi pada kasus akusatif terutama pada tataran penyeleksian. Pada infleksi nomina kesalahan terbanyak pada penanda jamak kasus datif pada tataran pelesapan dan penyeleksian. Pada infleksi adjektiva kesalahan muncul pada tataran pelesapan terutama pada kasus datif dan pada tataran penyeleksian kesalahan terjadi pada semua kasus. Kesalahan derivasi terjadi pada saat verba dikonversi menjadi nomina. Nomina hasil konversi tidak menggunakan huruf besar dan juga tidak menggunakan determinan artikula. Pada kompositum kesalahan pada tataran salah urutan menonjol karena sistem MD dalam bahasa Jerman yang berbeda dengan sistem DM dalam bahasa Indonesia. Kesalahan gramatika sintaksis berkaitan dengan frasa berupa frasa preposisi frasa nominal dan frasa verbal sedangkan kesalahan kalimat berkaitan dengan kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kesalahan frasa preposisi berangkai dengan artikula dan nomina. Kesalahan pada frasa preposisi ini terjadi pada frasa nomina berkasus tertentu tergantung pada verba yang mengikutinya. Penyeleksian ataupun pelesapan terjadi karena mahasiswa menerjemahkan berdasarkan versi bahasa Indonesia. Kesalahan frasa nominal terjadi pada tataran pelesapan karena pengaruh verba dan preposisi sedangkan pada tataran salah urutan terkait dengan penggunaan nama dan gelar. Kesalahan frasa verbal pada tataran penyeleksian terjadi pada verba utama (dalam kalimat pasif) verba bantu yang berpadanan dengan verba utama dan makna frasa verbal tersebut. Pada kalimat kesalahan pada kalimat tunggal terbanyak pada kongruensi persona dan verba pada kala kini dan lampau. Sementara itu kesalahan pada kalimat majemuk dalam hal ini kalimat relatif sering terjadi pada penyeleksian verba. Kesalahan-kesalahan tersebut memperlihatkan bahwa lebih banyak transfer intralingual yang terjadi dalam terjemahan. Kesalahan pemahaman budaya yang terjadi berupa transfer interlingual. Hal ini disebabkan mahasiswa menggunakan konsep berpikir Indonesia dalam menerjemahkan teks ke dalam bahasa Jerman. Kesalahan pemahaman budaya dan juga diksi yang terbatas menyebabkan mahasiswa menerjemahkan secara harfiah sehingga terjemahan membingungkan penutur asli. Kesalahan lainnya adalah penggunaan bahasa daerah yang tidak disertai dengan penjelasan.


Informasi Detail
DDC
Rd 499.221802938 AKI k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, 2014.
Deskripsi Fisik
xvii, 162 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04487/KI/14
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana) --- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - TERJEMAHAN - BAHASA JERMAN
Pembimbing
1. Imam Syafi'ie ; 2. Suparno ; 3. Sunaryo HS.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik