Skripsi
Studi tentang motif Ampiek (batik) Kalimantan Timur / Meilani Nurdyana Solikhah
Abstrak
Solikhah Meilani Nurdyana. 2014. Studi tentang Motif Ampiek (Batik) Kalimantan Timur. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rosanti Rosmawati M Sn (II) Dra. Sri Eko Puji Rahayu M.Si. Kata Kunci Batik Motif Ampiek 12288 12288 12288 12288 Batik merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia salah satunya dari daerah Kalimantan Timur. Daerah ini juga mempunyai batik yang tidak kalah uniknya dengan batik-batik yang berasal dari daerah Jawa. Batik Kalimantan Timur disebut juga dengan istilah Ampiek. Motif yang tertuang pada kain batik Kalimantan Timur biasanya menggambarkan budaya masyarakatnya beberapa diantaranya khas kebudayaan suku Dayak seperti bunga-bungaan telabang atau tameng lamin atau rumah adat Kalimantan Timur dan perahu khas Kalimantan Timur. Peneliti ingin menggali dan melengkapi tentang motif tradisional Ampiek makna perlambang motif dan warna tradisional Ampiek serta perkembangan motif dan warna Ampiek di Kalimantan Timur. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Pendekatan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi (pengamatan) wawancara dan dokumentasi. Analisis data ada tiga langkah yang digunakan yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan teknik peningkatan ketekunan dan perpanjangan pengamatan. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Hasil penelitian yang diperoleh peneliti Ampiek Kalimantan Timur mulai dikenal pada tahun 1984. Ibu Agustien adalah pemilik Pondok Busana Mitaka perusahaan pertama yang memulai karirnya di bidang batik dengan motif dayak. Awalnya hanya untuk mengikuti lomba body painting yang diadakan oleh pakar kecantikan yang didatangkan dari Jakarta dengan tema Putri Dayak Kenyah dan Burung Enggang. Beliau meminta Bapak Supriadi untuk melukis badan putri beliau dengan motif dayak kenyah kemudian muncul keinginan untuk meletakkan motif dayak tersebut pada selembar kain yang sekarang disebut dengan batik. Makna perlambang motif Ampiek Kalimantan Timur memiliki nilai pesan ikatan batin yang kuat antara manusia (Udo) dengan naga yang terdapat pada motif Udo Asok Lambang kesetiaan terdapat pada motif Asok menjaga keselamantan terdapat pada motif Mibing menghindarkan dari roh-roh jahat terdapat pada motif Mibing dan Bening Aban sedangkan motif Pucuk Rebung melambangkan kekuatan dari dalam. Makna perlambang dari warna Ampiek Kalimantan Timur adalah warna merah diambil dari warna darah yang bermakna kehidupan warna kuning yang bermakna kesuburan kebesaran dan kemakmuran dan warna hitam memiliki makna keanggunan dan magis. Perkembangan motif Ampiek Kalimantan Timur bisa dilakukan dengan cara mencampurkan antara motif suku Dayak dengan Suku Jawa atau antara suku Dayak dengan suku Dayak lainnya. Warna dari Ampiek Kalimantan Timur sudah berkembang tidak hanya menggunakan warna tradisionalnya saja tetapi semakin beragam warnanya walaupun begitu biasanya salah satu dari warna tradisional tetap dimasukkan. 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 12288 Saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebaiknya memiliki data-data penting tentang Ampiek Kalimantan Timur motif Ampiek Kalimantan Timur dipatenkan oleh pemerintah daerah setempat sehingga mendapatkan perlindungan HKI (Hak atas Kekayaan Intellektual) dan menjadi salah satu aset budaya daerah Kalimantan Timur yang dapat terus dilestarikan. Bagi Pengrajin Ampiek sebaiknya hasil karya yang telah dimiliki oleh Ampiek Kalimantan Timur didokumentasikan dan dibukukan agar data-data penting yang sudah bertahun-tahun tidak hilang. Bagi masyarakat daerah lebih mencintai dan menghargai produk daerah sendiri seperti batik dengan cara memiliki dan menggunakan Ampiek Kalimantan Timur.