Skripsi
Reaksi investor sebelum dan sesudah penerapan standar laporan keuangan internasional (IFRS) pada perusahaan yang listing di BEI / Margreth Heidy
Abstrak
Heidy Margreth. 2014. Reaksi Investor Sebelum dan Sesudah Penerapan Standar Laporan Keuangan Internasional (IFRS) Pada Perusahaan yang Listing di BEI. Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dyah Aju Wardhani M.Si. Ak. (II) Dr. Suparti M.P. Kata kunci IFRS abnormal return reaksi investor Pada era globalisasi ini investor tidak lagi terbatas dengan investasi di dalam negeri namun juga di luar negeri. Permasalahan ini telah menuntun Indonesia akan konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standard) yang berdasar atas adanya peningkatan kualitas akuntansi dan keseragaman standar internasional. Pelaporan keuangan dengan kualitas yang tinggi mampu memberikan informasi pada para investor dan dibutuhkan kepercayaan untuk berinvestasi di pasar modal global. Serangkaian standar akuntansi dengan kualitas tinggi sangat diperlukan investor sebagai dasar untuk melakukan keputusan investasi. Berkaitan dengan itu diperlukan penelitian apakah investor telah mereaksi pengadopsian IFRS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari adanya perbedaan reaksi investor sebelum dan sesudah pengadopsian IFRS yang tercermin pada abnormal return. Kegunaan dari penelitian ini terutama bagi investor adalah memberi masukan yang berarti sebelum investor menentukan portofolio saham. Bagi pembuat kebijakan dalam perusahaan juga diharapkan mampu menetapkan kebijakan yang akan datang berkaitan dengan memperoleh kepercayaan investasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda paired t-test. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yang berasal dari laporan keuangan yang dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia. Kegiatan analisis data dilakukan dengan perhitungan data data kemudian dianalisis secara statistik. Berdasarkan hasil analisa tersebut diperoleh hasil uji t-test menunjukan bahwa t-hitung abnormal return sebesar( 0 041 0 05) maka Ho ditolak. Dalam hasil penelitian dapat dilihat terjadi penurunan abnormal return. Sebelum pengadopsian IFRS rata-rata abnormal return adalah 0 012650 dan setelah IFRS -0 005467. Hasil pengujian menunjukan terdapat reaksi investor yang signifikan setelah penggunaan IFRS itu berarti investor merespon peristiwa. Abnormal return yang lebih rendah setelah pengadopsian IFRS akibat dari informasi perusahaan yang tercermin pada laporan keuangan setelah konvergensi IFRS lebih transparan.. Hasil penelitian ini telah membuktikan teori sinyal dimana investor bereaksi terhadap peristiwa yang memiliki kandungan informasi.