Skripsi
Studi pencelupan kain katun menggunbakan ekstraksi sabut kelapa dengan fiksator cuka, gula batu dan air kelapa / Ratna Puspita Dewi
Abstrak
Puspita Dewi Ratna. 2014. Studi Pencelupan Kain Katun Menggunakan Ekstraksi Sabut Kelapa Dengan Fiksator Cuka Gula Batu dan Air Kelapa.Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Rosanti Rosmawati M. Sn (II) AnikDwiastuti S.T M.T. Kata Kunci Pencelupan alami sabut kelapa fiksator cuka gula batu dan air kelapa. 12288 12288 12288 12288 Sabut kelapa merupakan bagian kulit buah kelapa yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami karena mengandung senyawa tannin group flavonoid yang bila direndam dalam air akan mengeluarkan warna coklat kemerahan yang diperoleh dari zat tanin tersebut agar zat warna alam sabut kelapa dapat terserap dengan baik maka diperlukan bahan pembangkit seperti cuka gula batu dan air kelapa. Fungsi bahan pembangkit selain untuk memperkuat daya serap zat warna kedalam kain adalah untuk mengetahui arah warna yang dihasilkan dari zat warna alam sabut kelapa.Metode observasi (pengamatan) dilakukan secara visual (organoleptik) untuk mengetahui dan menjelaskan hasil warna dari pencelupan dan perubahan warna sesuai fiksasi yang digunakan serta kerataan warna kain. Menentukan perubahan arah warna digunakan daftar nama warna sesuai dengan kain yang digunakan yaitu kain katun dengan menggunakan standar nama warna colour card fabrics cotton. 12288 12288 12288 12288 Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ekstraksi sabut kelapa yang digunakan sebagai pewarna alami untuk pencelupan kain katun. Obyek penelitian ini adalah kain dari hasil pencelupan ekstraksi sabut kelapa tanpa menggunakan fiksasi dan dengan menggunakan fiksasi cuka gula batu dan air kelapa.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memaparkan hasil pengamatan visual (organoleptik) kain hasil pencelupan ekstraksi sabut kelapa dengan menggunakan fiksasi cuka gula batu dan air kelapa. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil warna pencelupan kain katun tanpa fiksasi membentuk gradasi warna perubahan warna yang terjadi mendekati warna yarrow berubah arah warna mendekati warna gold hingga berubah mendekati warna spice (bagian warna coklat) pada pencelupan menit ke- 15 sampai menit ke- 75 kerataan warna kain hasil celupan masih terdapat sedikit belang namun pada pencelupan ke- 90 sampai ke- 150 kerataan warna kain sudah tidak menunjukkan adanya warna belang pada bagian baik dan buruk kain (2) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi cuka membentuk gradasi warna perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt.Parfait berubah arah warna mendekati warna caramel hingga berubah mendekati warna gold (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1 sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada bagian baik dan buruk kain katun (3) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi gula batu membentuk gradasi warna perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt. Parfait berubah arah warna mendekati warna wheat (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada kain (4) Hasil warna pencelupan kain katun dengan fiksasi air kelapa membentuk gradasi warna perubahan warna yang terjadi mendekati warna Lt. Pafait berubah arah warna mendekati warna wheat hingga berubah mendekati warna caramel (bagian warna coklat). Kerataan warna kain pada pencelupan dan fiksasi ke- 1 sampai ke- 10 tidak terdapat warna belang pada kain. Kesimpulan dari kain hasil pencelupan menggunakan ekstraksi sabut kelapa terjadi perubahan arah warna yang berbeda-beda sesuai dengan fiksasi yang digunakan. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan pengembangan pencelupan dengan variasi vlot suhu dan waktu serta dapat menggunakan fiksasi yang berbeda dari penelitian ini.