Skripsi
Pengembangan video pembelajaran ilmu pengetahuan alam kelas V pokok bahasan pesawat sederhana di SDN Merjosari 2 Malang / Rizky Dimas Anggoro
Abstrak
Anggoro Rizky Dimas. 2014. Pengembangan Video Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V Pokok Bahasan Pesawat Sederhana Di SDN Merjosari 2 Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. AJE Toenlioe M.Pd (II) Dra. Susilaningsih M.Pd. Kata Kunci Media Video Pesawat Sederhana Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan mengirim pesan pada penerima pesan. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan pengamatan lapangan di SDN Merjosari 2 Malang siswa cenderung kurang menyimak pelajaran yang disampaikan.metode yang digunakan oleh guru kurang dapat memusatkan perhatian siswa. Bahan pembelajaran yang digunakan pada pokok bahasan pesawat sederhana masih terbatas pada buku teks saja. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami dalam pembelajaran khususnya IPA pokok bahasan pesawat sederhana. Oleh karena itu perlu dikembangkan media video pembelajaran dapat menarik perhatian siswa serta memberikan suasana belajar yang lebih menarik. Selain itu pengembangan video pembelajaran ini juga diharapkan dapat menjadi refrensi baru bagi guru agar tidak terpaku pada buku teks saja. Pengembangan video ini bertujuan untuk merancang dan memproduksi produk sajian mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam bentuk media video pembelajaran. Sedangkan materi dalam pengembangan video pembelajaran ini adalah pokok bahasan pesawat sederhana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan dengan mengimplementasikan metode pengembangan Sadiman. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi 1) identifikasi kebutuhan 2) perumusan tujuan 3) pengembangan materi 4) pengembangan alat evaluasi 5) penyusunan naskah dan storyboard 6) produksi 7) validasi 8) revisi 9) media siap pakai. Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari ahli media menunjukkan presentase sebanyak 83 33% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran dari ahli materi 96 66% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran dari audiens sebanyak tiga siswa 95 55% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran dari audiens sebanyak 10 orang 95 33% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran dari audiens kelompok besar sebanyak 27 siswa 93 3% yang berarti media video valid dan layak digunakan untuk pembelajaran. Saran yang diajukan kepada guru hendaknya produk video pembelajaran yang telah dikembangkan ini dapat ditindak lanjuti sampai pada tahap pemanfaatan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan saran bagi pengembang berikutnya agar hasil pengembanagan ini dijadikan sebagai salah satu rujukan sehingga dapat menciptakan produk dengan konsep yang berbeda dan lebih menarik