Skripsi
Pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk siswa tunagrahita ringan kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Eka Mandiri Kota Batu / Ika Nur Khasanah
Abstrak
Nur Khasanah Ika. 2014. Pelaksanaan Pembelajaran Pemdidikan Kewarganegaraan untuk Siswa Tunagrahita Ringan Kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Eka Mandiri Batu. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi S-1 PendidikanKewaerganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Untari M.Si (II) SitiAwaliyah S.Pd M.Hum Kata kunci Pembelajaran PKn Tunagrahita Ringan SLB Eka Mandiri Kota Batu 12288 12288 12288 12288 Aspek pembelajaran memegang peran penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam hal ini perangkat pembelajaran media dan metode pembelajaran sangat penting guna menunjang pelaksanaan pembelajara. Setiap guru harus mampu menguasai kelas belajar yang ditunjukkan melalui penerapan metode-metode yang ada dan dapat memilih metode maupun media yang relevan agar bisa mencapai tujuan belajar. Guru sebagai pendidik melakukan rekayasa pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku. Di dalam dunia pendidikan terdapat dua macam pelaku belajar yang biasa disebut dengan siswa. Ada siswa yang normal dan siswa yang diluar batas normal. Di dalam pendidikan tidak ada diskriminasi walaupun anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam kegiatan pembelajaran. Khususnya pembelajaran PKn yang dilakukan dengan tujuan membentuk warga negara Indonesia yang lebih baik memiliki rasa cinta tanah air dan memiliki kebanggaan berbangsa Indonesia. Siswa tunagrahita juga merupakan warga negara Indonesia yang tidak bisa dibedakan dengan warga negara lain atas pemenuhan hak mereka. 12288 12288 12288 12288 Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui (1) pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada siswa tunagrahita ringan di SMP Luar Biasa Eka Mandiri Kota Batu (2) hambatan yang muncul selama proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)pada siswa tunagrahita ringan di SMP Luar Biasa Eka Mandiri Kota Batu (3) cara mengatasi hambatan yang timbul selama proses pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) pada siswa tunagrahita ringan di SMP Luar Biasa Eka Mandiri Kota Batu. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Eka Mandiri Kota Batu. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu guru dan kepala sekolah dan sekunder yaitu hasil dari observasi wawancara dan pengumpulan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Cara menganalisis data yang digunakan oleh peneliti adalah model analisis interaktif yang terdiri dari data collection data reduction dan data display. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. 12288 12288 12288 12288 Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pertama pelaksanaan pembelajaran PKn untuk siswa tunagrahita ringan berdasarkan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang telah ditentukan oleh Depdiknas pada Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa untuk kemudian dijabarkan lagi ke dalam silabus dan RPP yang dibuat oleh tim guru. Materi pembelajaran yang diajarkan kepada siswa tunagrahita ringan ini setara dengan pelajaran kelas 4 sekolah dasar pada sekolah normal. Hal ini dikarenakan tingkat intelegensi anak tunagrahita ringan yang dibawah rata-rata sehingga sangat lambat dalam progress pendidikannya.Pada kegiatan awal pembelajaran guru melekukan absensi dan juga mengajak siswa untuk berdoa. Setelah itu guru mencoba memancing siswa untuk masuk ke dalam materi pembelajaran seperti pada materi kekhasan bangsa Indonesia siswa terlebih dahulu diajak bernyanyi beberapa lagu daerah. Setelah itu guru mencoba memberi pertanyaan kepada siswa tentang lagu yang telah dinyanyikan bersama-sama. Metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru PKn adalah dengan menggunakan pemberian tugas berupa soal teka-teki silang pada materi menyebutkan beberapa kekhasan bangsa Indonesia menyanyikan lagu daerah pada materi menyebutkan lagu-lagu daerah dan mengajak siswa praktek dalam bertamu dan menerima tamu dalam materi keramahtamahan sedangkan media yang sering digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan media gambar. Dengan metode dan media pembelajaran yang menyenangkan siswa tunagrahita ringan dapat dengan mudah menerima pelajaran yang diberikan.Penilaian yang dilakukan oleh guru PKn antara lain adalah dengan penilaian tertulis unjuk kerja dan juga penilaian sikap. Pada penilaian tertulis guru menggunakan soal uraian atau subyektif dan dengan teknik penilaian menggunakan skor. Pada penilaian unjuk kerja guru menggunakan daftar cek untuk melakukan penilaian terhadap hasil unjuk kerja siswa dan pada penilaian sikap guru menggunakan kartu penilaian diri sebagai penilaian atas perilaku atau sikap siswa sehari-hari selama proses pembelajaran berlangsung. 12288 12288 12288 12288 Kedua hambatan-hambatan yang ditemui selama pelaksanaan pembelajaran PKn berlangsung antara lain bersumber dari siswa yang kurang bisa aktif dalam mengikuti pelajaran. Tingkat kecerdasan siswa tunagrahita yang berada di bawah rata-rata memaksa guru untuk mengulangi materi berulang-ulang ataupun dengan menggunakan media pembelajaran yang disukai siswa. Guru yang bukan merupakan dari lulusan PKn maupun juga bukan dari lulusan Pendidikan Luar Biasa sedikit sulit menyesuaikan diri dengan siswa yang berkebutuhan khusus tersebut. Selain itu sarana dan prasarana yang ada di sekolah sangat terbatas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. 12288 12288 12288 12288 Ketiga untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut dengan cara (1) memilih metode pembelajaran dengan menggunakan soal-soal dan media pembelajaran dengan gambar agar siswa tidak bosan dan berkonsentrasi pada pelajaran yang diberikan di kelas (2) guru lebih mempelajari karakteristik siswa tunagrahita ringan yang sulit untuk menerima hal yang abstrak dan juga mudah bosan berdasarkan pada pengalaman juga berdasarkan teori dengan cara membaca buku mengenai siswa tunarahita ringan dan (3) pihak sekolah bersaha dengan sungguh-sungguh membenahi sekolah dengan sarana dan prasarana yang lebih baik.