Tesis
Nilai kependidikan dalam Pelepata Etnik Lio Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur / Maria Magdalena Rini
Abstrak
Rini Maria Magdalena. 2014. Nilai Kependidikan Dalam Pelepata Etnik Lio Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur. Tesis Jurusan Pendidikan Bahasa Indoneisa Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr Djoko Saryono M.Pd. (II) Dr. Roekhan M.Pd. Kata Kunci nilai personal kependidikan nilai sosial kependidikan nilai spiritual kependidikan. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang tersebar diseluruh pelosok tanah air masyarakatnya memiliki ragam budaya lisan yang bernilai sastra. Sastra lisan ini ada yang punah dan ada yang masih bertahan hingga sekarang. Sastra lisan pada hakikatnya merupakan salah satu wujud tradisi yang dimiliki oleh sekelompok etnik masyarakat. Isi cerita sastra lisan mengungkapkan keadaan sosial serta sistem kepercayaan. Sastra lisan etnik Lio kabupaten Ende propinsi Nusa Tenggara memiliki beberapa jenis yaitu peribahasa mantra pantun nyanyian rakyat cerita rakyat dan lain sebagainya. Sastra lisan ini sebagai media komunikasi dalam menyampaikan aturan tentang nilai-nilai kepada anak-anak remaja dan orang tua. Nilai tersebut mengatur hubungan manusia dengan manusia dan juga turut mengatur hubungan-hubungan dengan kehidupan dan pendidikan. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi pelepata. Ada 3 hal yang diinterpretasikan yang ada dalam pelepata etnik Lio yaitu (1) mendeskripsikan jenis nilai kependidikan yang terepresentasi dalam pelepata (2) mendeskripsikan makna nilai kependidikan yang terepresentasi dalam pelapata dan (3) mendeskripsikan fungsi nilai kependidikan yang terpresentasi dalam pelepata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data penelitian ini adalah data lisan berupa pelepata yang diperoleh dari tuturan langsung oleh penutur asli. Sumber data dalam penelitian ini adalah tokoh adat tokoh masyarakat dan budayawan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data berupa instrument manusia yakni peneliti sebagai instrument kunci dan pedoman pengumpulan data. Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti sebagai instrument kunci adalah adalah merekam pelepata mentraskrip pelepata mentranslit bahasa membaca teks mengidentifikasi mengkodifikasi mengklasifikasi dan memaknai atau menginterpretasi data. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis hermeneutika-etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kependidikan yang terepresentasi dalam pelepata etnik Lio meliputi (1) nilai personal kependidikan (2) nilai sosial kependidikan dan (3) nilai spiritual kependidikan. Nilai kependidikan personal ditemukan antara lain (1) nilai percaya diri (2) bekerja keras (3) menerima kenyataan (4) bertanggung jawab. Nilai kependidikan sosial ditemukan mencakup (1) nilai musyawarah (2) nilai persaudaraan (3) nilai gotong-royong (4) nilai penyesuaian diri (5) nilai saling menghargai (6) nilai kerukunan dan (7) nilai kasih sayang. Nilai kependidikan spiritual ditemukan peneliti dalam pelepata etnik Lio meliputi (1) nilai keimanan kepada Tuhan (2) nilai kepuasan hidup (3) nilai kesabaran dan (3) nilai pertobatan. Makna nilai kependidikan yang terepresentasi dalam pelepata antara lain (1) makna nilai personal kependidikan (2) makna nilai sosial kependidikan dan (3) makna nilai spiritual kependidikan. Makna nilai personal kependidikan ditemukan meliputi (1) makna teguh pendirian (2) makna tahu diri dan (3) makna kesantunan. Makna nilai sosial kependidikan ditemukan meliputi (1) makna kasih sayang (2) makna persaudaraan dan (3) makna kebersamaan. Makna nilai spiritual kependidikan ditemukan meliputi (1) makna pertobatan (2) makna pengharapan akan kesehatan dan (3) makna pengampunan. Fungsi nilai kependidikan yang terepresentasi dalam pelepata mencakup (1) fungsi nilai personal kependidikan (2) fungsi nilai sosial kependidikan (3) fungsi nilai spiritual kependidikan. Fungsi nilai personal kependidikan ditemukan meliputi (1) fungsi nasihat dan (2) fungsi kejujuran. Fungsi nilai sosial kependidikan ditemukan meliputi (1) fungsi sindiran (2) fungsi kekeluargaan dan (3) fungsi pujian. Fungsi nilai spiritual kependidikan ditemukan meliputi (1) fungsi permohonan (2) fungsi ritual dan (3) fungsi bersyukur. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini beberapa saran ditujukan kepada pihak pemerintah agar dapat memperhatikan dan memberikan kontribusi yang positif bagi para peneliti terutama untuk kajian kebudayaan daerah setempat. Bagi guru memanfaatkan sebagai bahan ajar muatan lokal khusunya kepada guru di kabupaten Ende.