UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Citraan, majas, dan sikap penyair dalam puisi bencana tsunami Aceh / Suyanto

Suyanto - Nama Orang;

Abstrak
Suyanto. Citraan Majas dan Sikap Penyair Dalam Puisi Bencana Tsunami Aceh. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr.Wahyudi Siswanto M.Pd. (II) Dr. Kusubakti Andajani M.Pd. Kata kunci puisi citraan majas sikap penyair bencana tsunami Aceh Analisis terhadap teks sastra yang bertujuan untuk memahami karya sastra (termasuk puisi) yang dianalisis sekarang semakin berkembang dengan berbagai macam pendekatannya. Secara umum pendekatan tersebut meliputi pendekatan intrinsik dan pendekatan ekstrinsik. Setiap pengkajian tersebut bertujuan agar karya sastra itu dapat dipahami lebih baik sehingga dapat dinikmati (dulce) lebih intens serta dapat ditarik manfaatnya (utile) dalam memahami hidup ini. Dengan kata lain semua pendekatan baik intrinsik maupun ekstrinsik dilakukan sebagai usaha merebut makna yang terkandung di dalam karya sastra tersebut serta menikmati keindahannya. Gambaran-gambaran kota Aceh sebelum dan sesudah bencana memunculkan ungkapan perasaan secara metafor dan tentu juga akan muncul sikap-sikap penyair dalam puisi-puisi bertemakan bencana Aceh sehingga peneliti menjadikan alasan ini sebagai batasan dalam penelitian kali ini penelitian yang berjudul Analisis Citraan Majas dan Sikap Penyair Dalam Puisi Bencana Tsunami Aceh . Mengacu dari itu peneliti merumuskan fokus masalah yang diteliti yaitu bagaimana citraan majas dan sikap penyair yang muncul dalam puisi-puisi bencana Aceh. Penelitian yang dirancang melalui pendekatan analisis deskriptif ini bertujuan untuk mengapresiasi karya sastra melalui penelitian deskriptif dan digunakan untuk mendeskripsikan citraan majas dan sikap penyair yang muncul dalam puisi bencana Aceh (analisis konteks). Dari hasil temuan analisis dan bahasan penelitan dapat ditarik kesimpulan mengenai (1) citraan yang terdapat dalam puisi bencana tsunami Aceh. Citraan dalam puisi bencana tsunami Aceh mengunakan citraan sebagai unsur pendukung yang menciptakan ruang imaji penyair dan pembaca. Alat kepuitisan yang utama dengan sifat-sifat yang konkret khusus mengharukan dan menyarankan. Hampir semua citraan yang muncul menggunakan lebih dari satu citraan. Untuk memberikan suasana khusus jelas dan warna yang kuat penyair mempergunakan citraan-citraan mejadi kesatuan utuh sehingga puisi terlihat harmonis dan menimbulkan respon balik dari pembaca. (2) Majas yang terdapat dalam puisi bencana tsunami Aceh. Majas dalam puisi bencana tsunami Aceh oleh penyair Aceh dan penyair Indonesia secara umum digunakan sebagai cara menimbulkan efek estetika emosi dan perwujudan jati diri. Majas digunakan oleh penyair untuk menunjukkan alat keindahan kata-kata menerangkan secara tidak langsung untuk menunjukkan kondisi yang diketahui oleh penyair sebagai bahan penegasan emosi/perasaan penambah estetika/keindahan puisi dan menjadi kaya yang komunikatif. Dapat disimpulkan majas dalam puisi bencana tsunami Aceh digunakan penyair sebagai bumbu menyampaikan emosi dan menunjukkan jati diri kepada pembaca. (3) Sikap penyair yang terkandung dalam puisi bencana tsunami Aceh sikap penyair peneliti sebagai unsur yang sangat penting karena berkaitan apa yang ingin disampaikan keakuratan pemahaman tentang karya puisi sangat perlu mengetahui sikap penyair. Sikap penyair yang muncul dalam suatu puisi muncul dalam ungkapan yang terdapat dalam puisi tersebut berupa rasa (feel) dan nada (tune). Hal yang lain pengalaman kejiwaan pengarang dapat diartikan sebagai perasaan pikiran cita-cita pengarang yang terkandung dalam karya sastra. Tingkatan kejiwaan dalam puisi-puisi bencana tsunami Aceh menunjukan bahwa puisi-puisi yang diciptakan oleh penyair yang lahir dari pengalaman secara individu ikut merasakan dan merasa empatik terhadap puisi bencana tsunami Aceh ditunjukkan penyair Indonesia masuk dalam semua tingkatan kejiwaan sebagai seorang individu mulai dari tingkatan anorganis vegetatif animal human dan filosofis atau religius. Alasan di atas yang menjadi dasar peneliti menyimpulkan bahwa puisi-puisi bencana tsunami Aceh adalah suatu cerminan kondisi yang dapat menjelaskan kondisi manusia yang sebenar-benarnya menghadapi persoalan. Dari hasil kesimpulan peneliti menyarankan (1) penelitian ini digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra serta membantu guru untuk menanamkan konsep tentang citraan majas dan sikap penyair terhadap puisi kepada siswa (2) penelitian ini Sebagai masukan pemikiran dalam peningkatan apresiasi sastra khususnya dalam analisis citraan majas dan sikap penyair tentang puisi bencana yang lain dan (3) Puisi yang dianalisis pada penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan puisi-puisi bencana lain serta dapat menambah wawasan untuk meneliti puisi bencana tsunami aceh dari aspek yang lain.


Informasi Detail
DDC
Rt 808.10959811 SUY c
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2014.
Deskripsi Fisik
xi, 127 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04760/KI/14
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2014
Subjek
1. PUISI - ACEH
Pembimbing
1. Wahyudi Siswanto ; 2. Kusubakti Andajani
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik