Skripsi
Analisis strategi pengrajin kulit dalam mengembangkan usaha (studi kasus: di Sentra Industri Kerajinan Kulit Kelurahan Selosari Kabupaten Magetan) / Rudini Hadinata
Abstrak
Hadinata Rudini 2014. Analisis Strategi Pengrajin Kulit dalam Mengembangkan Usaha (Studi kasus diSentra industri kerajinan kulit Kelurahan Selosari Kabupaten Magetan). Skripsi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hadi Sumarsono S.T. M.Si. (II) Dr. Imam Mukhlis S.E. M.Si. Kata Kunci Strategi pengembangan usaha Usah Kecil Menengah Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan roda penggerak perekonomian nasional pasca terjadinya krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 dan 2008. Jawa Timur merupaka salah satu provinsi di Indonesia yang mengandalkan UMKM sebagai roda penggerak perokonomiannya. Kontribusi Sektor UMKM di Jawa Timur menyumbang setengah dari total PDRB yaitu sebesar Rp. 545 76 Triliun dan mampu menyerap 98% tenaga kerja. Salah satu UMKM jawa Timur berada di Kabupaten Magetan yaitu Kerajinan kulit. Kerajinan kulit di kabupaten Magetan Memiliki potensi untuk dikembangkan hal ini didukung oleh keberadaan penyamakan kulit menjadikan bahan baku tersedia secara melimpah melimpah. Produk yang dihasilkan oleh sentra industri kerajinan kulit yaitu sendal sepatu ikat pinggang dompet jaket dan lain-lain. Penelitian ini dilaksanakan di Sentra industri kerajinan kulit Kelurahan Selosari Kabupaten Magetan. Pendekatan penelitian adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan Fenomenologi dan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari wawancara yang dilakukan kepada para pelaku usaha industri kerajinan kulit Ketua sentra industri kerajinan kulit dan ketua bidang perindustrian Disperindag Kabupaten Magetan. Sedangkan data skunder yaitu data yang diperoleh dari arsip dta-data Kelurahan Selosari dan Disperindag Kabupaten Magetan. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik tiga kesimpulan diantaranya (1) Kondisi industri kerajinan kulit Magetan mengalami perkembangan dari tahun ke tahun meskipun relatif kecil hal ini dikarenakan permasalahan SDM yang dihadapi oleh pengrajin. (2) Permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin yaitu masalah SDM. Skill dan keterampilan yang dimiliki oleh pekerja masih rendah dan sulitnya pengrajin dalam mendapatkan tenaga kerja baru dikarenakan minat masyarakat bekerja dikerajinan kulit sangat sedikit. (3) Dalam mengembangkan usaha ada beberapa strategi yang dilakukan oleh pengrajin yaitu selalu menjaga mutu kulitas hasil produksi untuk mempertahankan kosumen mengikuti model yang sedang digemari oleh masyarakat dalam memperluas pemasaran pengrajin memanfaatkan saudara atau teman-teman yang ada di berbagai daerah untuk berkerjasama untuk menjual produk Kerajinan kulit serta melakukan promosi melalui brosur dan pameran yang difasilitasi oleh pemerintah setempat dan untuk memudahkan produksi pengrajin menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang didapat dari bantuan pemerintah.