Disertasi
Lexical and syntactic complexities in undergraduate students\' research articles and their correlations to their quality / Ratna Dewi
Abstrak
Dewi Ratna. 2014. Lexical and Syntactic Complexity in the Undergraduate Students Research Articles and their Correlations to their Quality. Disertasi Pendidikan Bahasa Inggris Program Doktor Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. M. Adnan Latief M.A. Ph.D. (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A. (III) Dr. Arwijati W. Murdibjono. Dipl. TESL M.Pd. Key Words kata kompleks kalimat kompleks kualitas artikel mahasiswa S1 Penelitian ini menganalisis kata dan kalimat kompleks yang terdapat dalam artikel mahasiswa S1 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan menemukan kecenderungan penggunaan kata dan kalimat kompleks dalam artikel mahasiswa S1 dan untuk mengetahui korelasi yang terjadi antara penggunaan kata dan kalimat kompleks dengan kualitas artikel. Kata kompleks dan kalimat kompleks merupakan konstruk penting dalam pengajaran dan penelitian bahasa ke dua karena merupakan bagian integral dari keseluruhan perolehan kemampuan bahasa ke dua pembelajar. Penelitian ini menggunakan disain penelitian kuantitatif melalui analisis kuantitatif terhadap korpus. Korpus yang dianalisis adalah artikel mahasiswa S1 yang bisa di unduh di http //jurnal-online.um.ac.id. Atikel dalam bentuk file pdf dikonversi menjadi file word kemudian gambar grafik tabel bagan referensi judul dan sub judul dihapus. Setelah proses penghapusan artikel yang hanya berisi sejumlah paragraf discan menggunakan ABC American Spelling. Selanjutnya artikel tersebut dikonversi menjadi file txt. Untuk menghitung lexical complexity yang terdapat dalam artikel pertama-tama kata-kata dalam teks berbentuk file txt diidentifikasi berdasarkan part of speech menggunakan Stanford POS Tagger kemudian dilakukan pengelompokan menggunakan MORPHA. Output dari pengelompokan tersebut menjadi input bagi LCA. Output LCA berupa hasil hitung dari lexical density (LD) lexical sophistication (LS1 LS2 VS1 VS2 CVS1) lexical variation (NDW NDW-50 NDW-ER NDW-ES TTR MSTTR CTTR RTTR AdjV AdvV ModV). Sedangkan untuk menghitung kalimat kompleks yang terdapat dalam artikel teks dalam bentuk file txt dikelompokkan berdasarkan struktur grammatikal kalimat menggunakan STANFORD PARSER output dari parser ini kemudian dihitung menggunakan TREGEX selanjutnya dianalisis menggunakan L2SCA. Output L2SCA berupa hasil hitung terhadap panjang unit produksi (MLS MLC MLT) kompleksitas kalimat (C/S) jumlah subordinasi (C/T CT/T DC/C DC/T) jumlah koordinasi (CP/C CP/T T/S) dan tingkat sophistikasi prase (CN/C CN/T VP/T). Semua hasil hitung kata dan kalimat kompleks dikaitkan dengan nilai kualitas artikel hasil penelitian yang diperoleh dari hasil penilaian dua rater. Pearson product- Moment Correlation digunakan untuk menganalisis korelasi antara nilai dari alat hitung kata kompleks dan kalimat kompleks dengan nilai kualitas artikel yang diperoleh dari hasil penilaian interrater berdasarkan rubrik. Untuk mengetahui tingkat penggunaan kata kompleks semua nilai kata kompleks yang terdapat dalam artikel hasil penelitian dibandingkn dengan nilai kata kompleks yang terdapat dalam narasi lisan pelajar Cina begitu pula dengan nilai kalimat kompleks dari artikel hasil penelitian mahasiswa S1 yang dibanding dengan essay argumentatif pelajar Cina level tinggi dalam WECCL dan nilai essay argumentatif NS yang terdapat di LOCNESS. 12288 12288 12288 12288 Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lexical density lexical sophistication and lexical variation meliputi jumlah kata berbeda (number of different words) rasio jenis kata per jumlah kata (TTR) dan kata kerja berbeda (verb diversity) yang terdapat dalam artikel mahasiswa S1memperoleh nilai tinggi (cf. Lu 2012). Di lain pihak variasi leksikal (lexical variation) berupa lexical word diversity yang indikatornya meliputi lexical variation verb variation noun variation adjective variation adverb variation dan modifier variation yang terdapat dalam artikel mahasiswa S1 mempeoleh nilai rendah (cf. Lu 2012). Rata-rata nilai panjang unit produksi kalimat T-unit dan klausa mahasiswa S1 adalah tinggi. Begitu pula kalimat kompleks yang ditandai oleh jumlah klausa per kalimat memperoleh nilai tinggi (cf. Lu 2012). Jumlah subordinasi artikel mahasiswa S1yang ditandai oleh jumlah klausa dan kompleks T-unit per T-unit juga memperoleh nilai tinggi (cf. Lu 2010 Ai Lu 2013). Sementara jumlah subordinasi yang ditandai oleh jumlah dependen klausa dalam klausa dan dalam T-unit juga memperoleh nilai rendah (cf. Lu 2010 Ai Lu 2013). Jumlah frase koordinasi dalam setiap klausa dan dalam setiap T-unit dalam artikel bernilai tinggi tetapi tidak dengan jumlah T-unit dalam setiap kalimat yang bernilai rendah (cf. Lu 2010 Ai Lu 2013). Tingkat sophistikasi frase yang meliputi jumlah kompleks nominals per klausa dan per T-unit serta tingkat sophistikasi frase berupa frase kata kerja per T-unit dalam artikel bernilai tinggi (cf. Lu 2010 Ai Lu 2013). Kualitas artikel mahasiswa S1 dikategorikan di atas baik atau kurang setengah poin lagi untuk dapat mencapai kriteria artikel hasil penelitian terbaik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat korelasi antara lexical density lexical sophistication dan lexical variation terhadap kualitas artikel mahasiswa S1 kecuali lexical variation yang berkaitan dengan penggunaan jumlah kata yang berbeda yang berkorelasi secara signifikan tetapi rendah dengan kualitas artikel. Sementara variasi leksikal yang diindikasikan oleh leksikal word diversity antara lain variasi leksikal variasi kata kerja variasi kata benda variasi kata sifat serta variasi modifier mempunyai korelasi negatif dan signifikan tetapi rendah terhadap kualitas artikel. Ketiadaan hubungan juga berlaku terhadap setiap indikator kalimat kompleks dan kualitas artikel. Berdasarkan temuan-temuan tersebut mahasiswa S1 perlu menggunakan lebih banyak variasi kata variasi kata benda variasi kata kerja variasi kata sifat variasi kata keterangan dan variasi modifier. Mahasiswa S1 juga perlu meningkatkan penggunaan subordinasi (jumlah dependen klausa per klausa dan per T-unit) dan mengurangi penggunaan koordinasi (jumlah prase koordinasi per klausa dan per T-unit). Karena keberadaan kata dan kalimat kompleks berkontribusi terhadap gaya penulisan yang baik dan menjadi ciri bagi tulisan akademik sejumlah indikator kata dan kalimat kompleks yang masih kurang atau berlebihan digunakan dalam artikel mahasiswa S1 disarankan untuk diberi perhatian khusus oleh para dosen mata kuliah Complex English Grammar dan Academic Writing ketika mengajar di kelas dan oleh mahasiswa S1 dalam menulis teks akademik.