Skripsi
Pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web untuk menentukan hasil praktek kerja industri pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 3 Malang / Mochamad Aninun Najib
Abstrak
Najib Mochamad Ainun. 2014. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Berbasis Web untuk Menentukan Hasil Praktek Kerja Industripada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 3 Malang.Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Muladi S.T. M.T. (2) M. Jauharul Fuady S. T. M. T. Kata Kunci Praktek kerja industri sistem pendukung keputusan Analytic Hierarchy Process Praktek kerja industri adalah kegiatan pendidikan pelatihan dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan kompetensi (kemampuan) siswa.Kerjasama antara sekolah dengan pihak industri atau dunia usaha yang terjalin diharapkan mampu memberi dampak positif bagi kedua belah pihak. Dampak positif tersebutdapat berupa lapangan pekerjaan maupun tenaga yang terampil dan terdidik. Tujuan dari pengembangan ini adalah tersedianya sistem pendukung keputusan untuk mendukung keputusan terkait hasil praktek kerja industri pada jurusan teknik komputer dan jaringan. Pengembangan sistem menggunakan model pengembangan Waterfall. Tahap pengembangan sistem meliputi tahap komunikasi tahap perencanaan tahap desain tahap membangun (construction) dan tahap perawatan (deployment). Tahap komunikasi merupakan langkah analisis terhadap kebutuhan software dan tahap untuk mengumpulkan data dengan melakukan komunikasi dengan user (pihak SMK Negeri 3 Malang).Tahap berikutnya adalah tahap perencanaan perangkat lunak dimana pada tahap ini akan dihasilkan data yang berhubungan dengan keinginan user (SMK Negeri 3 Malang). Selanjutnya tahap desain (Modelling)untuk menerjemahkan kebutuhan dan memberikan gambaran tentang sistem yang akan dibangun sehingga lebih mudah dalam mengimplementasikansistem pendukung keputusan yang user friendly. Tahap ini berfokus pada rancangan struktur data arsitektur perangkat lunak representasi tampilan (interface) dan detail algoritma. Selanjutnya tahap membangun perangkat lunak yang merupakan proses membuat kode. Pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Tahap terakhir adalah tahap perawatan di mana sistem akan disebarkan untuk diterapkan oleh pengguna (SMK Negeri 3 Malang) serta dilakukan pemeliharaan secara berkala. Sistem pendukung keputusan yang dikembangkan menggunakan model Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Hierarki memungkinkan dipecahkannya masalah kompleks atau tidak terstruktur dalam sub-sub masalah lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki. Dalam membuat keputusan sistem menggunakan kriteria dan subkriteria yang telah ditetapkan di awal. Kriteria yang digunakan sistem adalah (1) absensi (2) laporan prakerin (3) kegiatan umum (4) kegiatan Teknis dan (5) kegiatan nonteknis. Subkriteria yang digunakan sistem adalah (1) sangat baik (2) baik (3) kurang baik dan (4) tidak baik.