Skripsi
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berlandaskan konstruktivisme pada materi persamaan garis / Agung Dwi Sasongko
Abstrak
Sasongko Agung Dwi. 2014. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berlandaskan konstruktivisme pada Materi Persamaan Garis. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aning WidaYanti S.Si M.Pd. Kata Kunci Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Persamaan Garis Konstruktivisme. 12288 12288 12288 12288 Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa guru SMP di Kediri dan Malang didapatkan informasi bahwa bahan ajar yang digunakan khususnya dalam materi persamaan garis belum sepenuhnya membantu siswa dalam memahami materi. Penjelasan definisi atau konsep belum mengkondisikan siswa untuk aktif mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti mengembangkan LKS berlandaskan konstruktivisme pada materi persamaan garis. LKS berlandaskan konstruktivisme menuntut siswa untuk berpikir aktif kritis serta dapat menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. 12288 12288 12288 12288 Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan LKS berlandaskan konstruktivisme pada materi persamaan garis (2) mendeskripsikan pengembangan LKS yang valid dan efektif yang berlandaskan konstruktivisme pada materi persamaan garis. 12288 12288 12288 12288 Prosedur penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada model 4-D (Four D model) (Thiagarajan dkk 1974) yang terdiri dari empat tahap. Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian (define) tahap perancangan (design) tahap pengembangan (development) dan tahap penyebaran (disseminate). Namun peneliti memodifikasi model tersebut menjadi 3D sehingga tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan oleh peneliti karena keterbatasan tenaga dan biaya. 12288 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil uji kevalidan dan uji keefektifan diperoleh hasil (1) skor kevalidan sebesar 3.16 dengan kriteria valid (2) skor keefektifan sebesar 88.33 dengan kriteria efektif. Jadi secara keseluruhan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif serta tidak perlu dilakukan revisi. Walaupun demikian untuk kesempurnaan LKS yang dihasilkan pengembang tetap melakukan revisi berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh para validator dan subyek uji coba lapangan.