Skripsi
Pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan penggunaan layanan internet Telkom Speedy (studi pada peserta program Broadband Learning Center (BLC) di PT. Telkom Kandatel Tulungagung) / Elvanto Widya Santosa
Abstrak
Santosa Elvanio Widya. Pengaruh Faktor Pribadi Terhadap Keputusan Penggunaan Layanan Internet Telkom (Studi Pada Peserta Program Broadband Learning Center (BLC) Di PT. Telkom Kandatel Tulungagung). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW M.A. M.Si. (II) Titis Shinta Dhewi S.P M.M. Kata kunci faktor pribadi keputusan pembelian telkom speedy Internet pada era saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan untuk menunjang kegiatan masyarakat dalam hal pekerjaan pendidikan sosialisasi menambah pengetahuan dll. PT. Telkom Indonesia sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan internet harus bisa bersaing dengan para kompetitornya. Untuk memaksimalkan pemasarannya pemasar harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah faktor pribadi yang meliputi usia dan tahap siklus hidup keluarga lingkungan ekonomi dan pekerjaan gaya hidup kepribadian dan konsep diri. Penelitian ini berupaya menjelaskan mengenai pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan konsumen dalam menggunakan layanan internet Telkom Speedy. Faktor pribadi sebagai variabel bebas Sedangkan keputusan pembelian merupakan variabel terikatnya. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada para peserta program pelatihan Broadband Learning Center (BLC) di PT. Telkom Kandatel Tulungagung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta program BLC pada tahun 2013 sebanyak 618 orang. Sampel ditentukan dengan rumus slovin sebesar 87 orang yang kemudian dibulatkan menjadi 100 orang untuk memaksimalkan hasil penelitian. Data yang terkumpul dari responden kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis One Way dan Two Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indikator usia status dan status keluarga berada diatas 0.05 atau 5% yang berarti tidak signifikan namun jika indikator usia dan status dikombinasikan maka hasilnya sebesar 0.13. Indikator selanjutnya adalah pekerjaan dan penghasilan dari keduanya yang memiliki pengaruh secara signifikan hanya indikator pekerjaan dengan nilai 0.03. Indikator lainnya gaya hidup dan kepribadian tidak menunjukkan hasil yang signifikan yaitu sebesar 0.508 dan 0.089. Untuk keputusan pembelian produk lain mungkin bisa dipengaruhi oleh gaya hidup dan kepribadian. Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan hanya indikator pekerjaan dan kombinasi indikator usia dan status yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan layanan internet Telkom Speedy di PT. Telkom Kandatel Tulungagung. Saran yang dapat peneliti berikan untuk PT. Telkom Kandatel Tulungagung adalah hendaknya pemasar harus lebih meningkatkan penjualan selain melalui program BLC lebih memfokuskan segmen dan target pemasarannya. Untuk peneliti selanjutnya disarankan agar lebih memperhatikan faktor lain seperti faktor sosial faktor budaya dan faktor psikologis faktor demografi konsumen yang menjadi target pemasaran