Skripsi
Gotong-royong sebagai nilai kearifan lokal dalam tradisi Barong Ider Bumi di Desa Kamiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi / M. Hidayat Dwi Oktara
Abstrak
Oktara M. Hidayat Dwi. 2014. Gotong-Royong sebagai Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Barong Ider Bumi di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Margono M.Pd M.Si (II) Drs. Suwarno Winarno. Kata Kunci Tradisi Barong Ider Bumi gotong-royong Desa Kemiren 12288 12288 12288 Tradisi Barong Ider Bumi merupakan salah satu warisan budaya turun-temurun yang ada di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat di Desa Kemiren atas anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan baik berupa kekayaan alam maupun kekayaan budaya. Terdapat nilai gotong-royong sebagai perwujudan nilai kearifan lokal dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Berangkat dari hal itu peneliti mengadakan penelitian terhadap nilai gotong-royong yang ada di dalamnya. 12288 12288 12288 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu dan mendeskripsikan beberapa hal meliputi (1) persepsi masyarakat di Desa Kemiren tentang gotong-royong (2) wujud sikap gotong-royong dalam tradisi Barong Ider Bumi (3) peran aparat pemerintah dalam melestarikan gotong-royong pada tradisi Barong Ider Bumi (4) faktor pendukung dan penghambat dalam melestarikan nilai gotong-royong dalam tradisi Barong Ider Bumi dan (5) prospek sikap gotong-royong dalam tradisi Barong Ider Bumi. 12288 12288 12288 Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa teks narasi deskripsi dalam penelitian ini diperoleh dari kata-kata dan tindakan dari orang-orang yang diwawancarai maupun pengamatan langsung terhadap prosesi Barong Ider Bumi. Selain itu peneliti juga memanfaatkan sumber tertulis sebagai penunjang perolehan data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif wawancara mendalam dan dokumentasi. Peneliti berperan sebagai instrumen yaitu sebagai pengumpul data utama. Untuk menjaga keabsahan data peneliti menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data penyajian data dan verifikasi. 12288 12288 12288 Dari hasil analisis data tersebut peneliti memperoleh lima kesimpulan sebagai berikut. Pertama gotong-royong merupakan salah satu perwujudan nilai kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat Kemiren. Cikal-bakal berdirinya Desa Kemiren merupakan hasil kerja secara bersama-sama atau bergotong-royong. Masyarakat di Desa Kemiren telah menerapkan nilai-nilai gotong-royong bahkan sebelum istilah gotong-royong sendiri ada. Sesuai dengan data yang berhasil peneliti dapatkan gotong-royong bagi masyarakat Kemiren adalah (a) sebagai tradisi (b) bentuk kerukunan bersama dan (c) bentuk kesadaran diri. Kedua wujud sikap gotong-royong yang ditampilkan oleh masyarakat Kemiren tampak dalam seluruh prosesi Barong Ider Bumi. Prosesi Barong Ider Bumi yang dimaksud terdiri dari tahap persiapan tahap pelaksanaan dan tahap akhir kegiatan tradisi. Berdasarkan hasil temuan peneliti wujud gotong-royong masyarakat Kemiren dalam tradisi Barong Ider Bumi berupa (a) turut andil dalam tradisi Barong Ider Bumi (b) menyiapkan keperluan selamatan pecel pithik (c) memadati jalan sepanjang desa dan (d) mengamankan lokasi Ider Bumi dan membersihkan desa. Ketiga terdapat sinergisitas antara peran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun Pemerintah Desa Kemiren dalam melestarikan nilai gotong-royong pada tradisi Barong Ider Bumi. Peran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meliputi (1) memasukkan tradisi Barong Ider Bumi ke agenda Banyuwangi Festival (2) mengikuti prosesi Barong Ider Bumi (3) memberikan saran-saran (4) memberikan bantuan dana dan (5) memberikan bantuan perlengkapan. Peran Pemerintah Desa Kemiren terwujud dalam hal (1) memberikan bantuan dana (2) membantu penggalangan dana swadaya masyarakat (3) mengembangkan dan menyempurnakan Barong Ider Bumi dan (4) memberikan bantuan tenaga. Keempat faktor pendukung pelestarian nilai gotong-royong pada tradisi Barong Ider Bumi berasal dari kesadaran masyarakat Kemiren yang tinggi dalam menjaga dan melestarikan budaya turun-temurun. Selain itu pendukung lainnya adalah adanya bantuan dana dari pemerintah maupun dana swadaya masyarakat. Faktor penghambat yang ditemukan adalah adanya upaya untuk mengubah inti pelaksanaan tradisi Barong Ider Bumi. Selain itu faktor alam berupa turunnya hujan juga dapat menghambat pelaksanaan tradisi yang syarat akan nilai gotong-royong tersebut. Selain itu masalah keterbatasan dana yang sering dialami oleh paguyuban Barong Kemiren sehingga mereka harus mencari berbagai cara agar tradisi ini tetap dijalankan. Kelima nilai gotong-royong yang terdapat dalam tradisi Barong Ider Bumi memiliki prospek yang bagus. Masyarakat di Desa Kemiren yakin jika nilai gotong-royong akan senantiasa hidup di tengah-tengah mereka. Gotong-royong bagi masyarakat Kemiren berguna dalam menjaga kerukunan dan kesetaraan. 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat peneliti berikan yaitu (1) diperlukan peran yang sangat penting dari para pemuda untuk mengembangkan gerakan sadar terhadap budaya (2) perlu adanya penelitian-penelitian lanjutan yang berfokus pada kebudayaan nasional dan (3) pemerintah harus lebih memperhatikan kelangsungan budaya yang dimiliki daerahnya dengan menambah anggaran dana agar kebudayaan terus lestari.