Disertasi
The parents, vies on equipping their children with English in the context of their Socio-Economic Status (SES) / Bambang Harmanto
Abstrak
Harmanto Bambang. 2014. Pandangan Orang tua dalam Membekali Anaknya dengan Bahasa Inggris dalam Konteks Status Sosial-Ekonomi Orang tua (SSE). Disertasi Universitas Negeri Malang. Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Pembimbing (1) Prof.Ali Saukah M.A Ph.D (II) Prof. Dr. Nur Mukminatien M.Pd. (III) Dr. Johannes Ananto Prayogo M.Pd. M.Ed. Kata Kunci Status Sosial Ekonomi (SSE) Orang Tua Pandangan Orang Tua Pengetahuan tentang Bahasa Inggris Kesadaran orang tua dalam membekali anaknya dengan bahasa Inggris dalam menghadapi era globalisasi semakin meningkat. Bahasa Inggris sekarang sangat mempengaruhi kebijakan pendidikan bahasa di kawasan Asia sejak beberapa tahun yang lalu. Survey yang dilakukan oleh Lee (2011) yang melibatkan 40 rang tua di Korea yang memahami peran bahasa Inggris dalam era globalisasi telah mengubah pandangan mereka bahwa bahasa Inggris penting dalam abad 21. Penelitian yang dilakukan oleh Song (2011) menemukan bahwa ada peningkatan jumlah keluarga utamanya di Asia tenggara seperti China and Korea yang mengirim anak-anaknya ke luar negeri untuk membantu anaknya mencapai kepercayaan internasinal dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh bahasa Inggris sedini mungkin. Selain China Taiwan Vietnam dan Korea Selatan Jepang juga berkomitmen untuk memberikan akses belajar bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. Dalam kontek di pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia kepedulian orang tua Indonesian nampaknya sekarang sudah lebih baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang wawasan orang tua dalam membekali anak dalam bahasa dalam konteks status sosial ekonomi mereka. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik survey melalui kuesioner dan interview. Data tersebut diambil dari respon orang tua siswa sebanyak 245 responden. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan program SPSS dengan versi Predictive Analysis Software (PASW) statitics 18. Langkah-langkah analisis data meliputi analisis deskriptif analisis cross-tabulasi dan analisis statistik. Analisis descriptif digunakan untuk menjelaskan langkah pengelompokan variabel status sosial ekonomi orang tua dan pandangan mereka serta untuk membuat kategori dari kedua variabel tersebut. Analisis cross-tabulasi digunakan untuk membandingkan hubungan antara variabel status sosial ekonomi orang tua dengan pandangan mereka. Sedangkan analisis statistik digunakan untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara variabel status sosial ekonomi orang tua dengan pandangan mereka dalam menyiapkan anaknya dengan bahasa Inggris. Secara diskriptif dari hasil penelitian ditemukan juga ditemukan data bahwa moyoritas latar belakang sosial ekonomi orang tua berkategori rendah (49.8%) tetapi mereka cukup terdidik karena sebanyak 49 % dari 245 responden sarjana S1. Walaupun pengetahuan mereka tentang pembelajaran bahasa Inggris untuk anak (EYL) terbatas pandangan dan sikap mereka untuk mendukung anaknya belajar bahasa Inggris cukup baik. Hal ini terlihat dari data cross-tabulasi yang menunjukan bahwa sebanyak 60% orang tua perpandangan cukup baik dengan komposisi 29.8% kelompok menengah 26.5% kelompok menengah ke bawah dan 3.7% kelompok atas. Ini menggambarkan bahwa mereka memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya penguasaan bahasa Inggris oleh anak dalam menghadapai era globalisasi waupun keberadaan bahasa Inggris di sekolah dasar belum jelas. Dengan kepedulianya terhadap bahasa Inggris yang tinggi mereka berkomitmen untuk mendukung anaknya menyiapkan diri mereka dengan memberikan beberapa pilihan seperti mengikuti kursus atau mengikuti program bahasa Inggris yang diadakan di sekolah. Mereka yakin bahwa dengan belajar bahasa Inggris tidak akan mengganggu anak dalam menguasai bahasa Indonesia dan tidak akan melemahkan nilai - nilai patriotisme pada jiwa mereka. Bukti secara statistik dengan menggunakan Pearson Correlation menunjukan bahwa tingkat signifikansinya adalah 0 192 atau lebih besar dari 0 05. Ini menandakan bahwa tidak ada hubungan kedua variabel yaitu antara status sosial ekonomi dengan pandangan mereka. Berdasarkan data ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika orang tuanya berasal dari kelompok status sosial ekonomi yang rendah belum menjamin bahwa pandangan mereka terhadap penyiapan anaknya dengan bahasa Inggris juga rendah atau sebaliknya. Dengan kata lain hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada kencenderungan bahwa status sosial ekonomi orang tua baik dari segi latar belakang pendidikan pekerjaan dan penghasilan tidak memberikan dampak yang berarti terhadap pandangannya. Hal ini mengindikasikan bahwa kepedulian orang tua sekarang terhadap pendidikan anaknya cukup baik. Oleh karena itu dengan penemuan ini disarankan kepada semua pihak baik dari pengguna lulusan kalangan pendidik orang tua ataupun peneliti berikutnya untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris bagi anak sesuai dengan perannya masing-masing. Pengguna lulusan harus berkolaborasi dengan kepala sekolah dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan program-program yang efektif untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya belajar bahasa Inggris sejak dini. Sebagai pendidik mereka harus memberikan pembelajaran yang efektif dan bermanfaat bagi anak. Pendidik harus menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak sehingga mereka termotivasi untuk belajar secara aktif. Sebagai orang tua untuk membangun konsep menyiapkan anaknya agar memiliki kehidupan yang lebih baik dalam dunia global mereka harus meningkatkan kepeduliannya dengan melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan anaknya dan mengetahui keinginan dan kebutuhannya. Peneliti berikutnya disarankan mengembangkan area penelitiannya yang lebih luas sehingga bisa memperdalam penemuan pada penelitian ini.