Skripsi
Hyper-reality in beauty advertisements : SK-II product / Lies Faiza Suraya Kuncoro
Abstrak
Kuncoro Lies Faiza Suraya. 2014. Hyper-reality in Beauty Advertisements SK-II Products. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A. dan Pembimbing (II) Prof. Bambang Yudi Cahyono M.Pd M.A. Ph.D. Kata Kunci iklan kecantikan hiper-realitas analisis wacana. Iklan kecantikan berperan penting dalam memberikan informasi yang diperlukan masyarakat modern. Iklan membantu konsumen untuk memahami produk layanan dan lembaga di jumpai dalam budaya kita. Namun iklan kecantikan tidak hanya mempromosikan produk pada tingkatan tertentu iklan juga menawarkan ide kecantikan yang lebih menarik daripada kehidupan sehari-hari atau disebut hiper-realitas. Seiring dengan menggunakan produk orang juga mengkonsumsi ideologi kecantikan. Dalam hal ini peneliti menyadari bahwa cara SK-II mendefinisikan kecantikan tergolong mengagumkan. Iklan SK-II mengusulkan standar kecantikan bagi masyarakat modern. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk meneliti hyper-real images of beauty dan cara iklan membuat hyper-real images of beauty khususnya dalam iklan SK-II. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif yang mengacu pada kajian teori semantik dan analisis wacana. Peneliti mengambil sebelas data dari Youtube-situs video populer penyisihan data berdasarkan pada kriteria menggunakan bahasa Inggris memiliki data linguistik dalam bentuk cerita narasi dan terbatas pada iklan SK-II tahun 2013 sampai dengan 2014. Kemudian sebelas iklan audiovisual SK-II ditranskripsi menjadi teks tertulis. Penelitian ini berfokus pada data linguistik aspek lain dari iklan audiovisual tidak dipertimbangkan. Setelah itu data dianalisis pada tingkat semantik seperti kata frasa kalimat untuk mengetahui hyper-real image of beauty dan cara iklan menciptakan hyper-real image of beauty. Selanjutnya sebelas iklan SK-II diklasifikasikan ke dalam empat kategori. Hasil penelitian ini menunjukkan empat karakteristik kecantikan yaitu (1) terlihat muda (2) memiliki kulit putih (3) memiliki kulit yang jernih dan (4) memiliki mata yang memesona. Kedua dengan mengacu pada cara iklan SK-II menciptakan hyper-real image of beauty ada empat strategi yang digunakan yang mencakup (1) pemberian janji-janji (2) pemberian instruksi (3) penggunaan pengalaman pribadi dan (4) penggunaan studi ilmiah. Untuk tujuan tersebut pengiklan memanfaatkan dengan baik penggunaan hiperbola yang dibuat khususnya pada frase kata benda frase kata kerja frase preposisi dan kalimat singkat. Iklan SK-II tidak hanya mempromosikan produk perlindungan kulit dari kekeringan atau cuaca buruk tetapi juga memberikan kepuasan dengan menjadi cantik. Di satu sisi bahasa iklan berfungsi untuk membawa informasi tetapi di sisi lain bahasa juga berperan untuk membangun makna. Permainan kata-kata frase dan kalimat mendukung untuk menciptakan hyper-real image of beauty. Pada akhirnya bahasa iklan hanya media untuk menciptakan hyper-real images of beauty selebihnya tergantung pada bagaimana setiap orang menerima pesan. Penelitian ini diharapkan memberikan sudut pandang yang berbeda dalam melihat wacana iklan terutama pada produk kecantikan.