Skripsi
Problematika guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam penyusunan instrumen penilaian berdasarkan kurikulum 2013 kelas X di MAN Malang II Kota Batu / Khoirunnisa Bazilah
Abstrak
Bazilah Khoirunnisa 2014. Problematika Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2013 Kelas X di MAN Malang II Kota Batu Skripsi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih M. Si (II) Dra. Sri Untari M. Si Kata Kunci Problematika Instrumen Penilaian Kurikulum 2013 12288 12288 12288 Kurikulum 2013 adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Di MAN Malang II Kota Batu tahun ini baru tahun pertama menggunakan Kurikulum 2013. Masih kurangnya pemahaman guru tentang penyusunan instrumen penilaian. Berkaitan dengan itu maka diperlukan pembahasan mengenai problematika guru PPKn dalam penyusunan instrumen penilaian. 12288 12288 12288 Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup pemahaman guru terhadap instrumen penilaian pada kurikulum 2013 MAN Malang II Kota Batu probematika guru dalam penyusunan instrumen penilaian kurikulum 2013 MAN Malang II Kota Batu upaya mengatasi problematika guru dalam penyusunan instrumen penilaian kurikulum 2013 MAN Malang II Kota Batu. 12288 12288 12288 Penelitian mengenai Problematika Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2013 Kelas X di MAN II Kota Batu ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Fenomenologi ini merupakan bagian dari penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dari judul Problematika Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Berdasarkan Kurikulum 2013 Kelas X di MAN II Kota Batu ini berada di MAN Malang II Kota Batu. Yang dijadikan sebagai subjek penelitian adalah Kepala MAN Malang II Kota Batu Guru Mata Pelajaran PPKn dan Waka Kurikulum 12288 12288 12288 Berdasarkan hasil analisis data tersebut tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama masalah pemahaman guru tentang instrumen penilaian. Guru masih belum paham dengan penyusunan instrumen penilaian yang mana pada Kurikulum 2013 ada tiga kompetensi dalam penilaian yaitu kompetensi sikap kompetensi pegetahuan dan kompetensi keterampilan. Masing-masing kompetensi menggunakan tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Guru merasa banyak belum paham dalam kompetensi sikap. 12288 12288 12288 Kedua problematika yang dialami guru dalam penyusunan instrumen penilaian. Dalam perencanaan dan pelaksanan problematika kompetensi sikap adalah cara berfikir guru yang mengatakan bahwa kompetensi sikap itu sulit pada saat pengambilan nilai sikap guru menggunakan lembar observasi yang sulit dalam pengambilannya. Dalam kompetensi pengetahuan guru membuat soal uraian untuk tes tulis tetapi dalam RPP tidak disertakan petunjuk penskoran yang mengakibatkan kesulitan dalam menilai problematika yang akan dihadapi guru adalah ketika siswa hanya mempunyai buku LKS kurang jelasnya pedoman penskoran juga menjadi problematika karena guru akan susah untuk menilai siswa. Dalam kompetensi keterampilan problematika yang akan dihadapi guru dalam penilaian ini adalah pada instrumen penilaian portofolio guru tidak menyertakan petunjuk penskoran kemudian problematika muncul saat pengolahan nilai. 12288 12288 12288 Ketiga upaya untuk mengatasi problematika guru dalam penyusunan instrumen penilaian dalam perencanaan dan pelaksanaannya dalam kompetensi sikap guru dapat diikutsertakan dalam workshop mengenai kurikulum 2013. Bisa juga dengan upaya guru mengikuti MGMP. Dalam kompetensi pengetahuan upaya yang dapat dilakukan adalah dengan guru membuat instrumen soal uraian dengan lengkap. Pedoman penskoran untuk soal uraian dapat dibuat oleh guru sesuai dengan bobot soal. Pada kompetensi keterampilan pada lembar penugasan portofolio guru dapat menambah petunjuk penskorannya agar mudah dalam menilai pekerjaan siswa. 12288 12288 12288 Ketidakpahaman guru menghambat penyusunan instrumen penilian. Adanya kendala yang dialami guru kuarangnya sosialisasi yang diberikan untuk guru. Instrumen dan pedoman penskoran yang kurang jelas menyebabkan kesukaran saat digunakan penilaian. Dengan adanya problematika tersebut maka upaya yang dilakukan adalah dengan menyusun instrumen dan pedoman penilaian secara jelas aspek yang akan dinilai. Pengadaan sosialisasi dan mengikutsertakan guru PPKn dalam workshop atau seminar. 12288 12288 12288 Saran yang didapatkan dari kendala yang dihadapi guru MAN Malang II Kota Batu harus lebih mengembangkan implementasi Kurikulum 2013 khususnya instrumen penilaian terhadap pembelajaran agar guru tidak lagi mengalami kendala pada penyusunan instrumen peniaian. Guru mata pelajaran PPKn kelas X bisa menggunakan jurnal atau catatan anekdot untuk menilai sikap siswa agar lebih mudah dan praktis.