Skripsi
Pengaruh budaya asing terhadap cara berpakaian siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang / Tri Ratnaning Kusuma Dewi
Abstrak
Budaya berpakaian Orang barat secara tidak sadar sudah merambat ke Indonesia dan korbannya adalah Generasi muda kita di Indonesia budaya tersebut sudah mempengaruhi pola pikir anak muda apalagi dalam hal berpakaian anak muda sekarang lebih berani berpakaian minim tanpa takut akan dampak yang terjadi padahal dengan berpakaian minim bagi muda mudi di Indonesia akan mengundang nafsu dan akan meningkatkan tingkat kriminalitas di Indonesia. Fenomena ini sangat penting dikaji lebih mendalam untuk menemukan penanganan yang paling tepat mengingat semakin lama dampak merugikan yang ditimbulkannya semakin meluas. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan pengaruh budaya asing terhadap cara berpakaian (2) Mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi pengaruh budaya asing terhadap cara berpakaian (3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam upaya mengatasi pengaruh budaya asing terhadap cara berpakaian siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian adalah kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dengan mengunakan metode observasi wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan teknik Spradley dan pengecekan keakbsahan data menggunakan uji kredibilitas melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan upaya yang dilakukan sekolah untuk mengatasi pengaruh budaya asing terhadap cara berpakaian siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Malang adalah dengan pemberian sanksi tegas jika ada siswa yang cara berpakaiannya tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam rangka untuk menegakkan tata tertib dari sekolah. Pihak dari sekolah juga melakukan sosialisasi terhadap orang tua wali murid tentang pentingnya penggunaan seragam sekolah dengan sesuai dan melakukan kerjasama monitoring aktifitas siswa dan penggunaan seragam sekolah baik di dalam maupun di luar sekolah. Faktor pendukung dapat dilihat melaui adaya program sosialisasi seragam sekolah yang dilakukan oleh sekolah sekolah menciptakan kedisiplinan siswa dalam pemakaian baju seragam sekolah yang ditentukan berdasarkan hari dalam tiap minggunya yang dapat mencerminkan sikap kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah. Faktor penghambatnya antara lain adaya mode atau trend dari budaya barat yang cepat menyebar dapat dengan cepat merubah pola perilaku siswa dan cara berpakaian seragam di sekolah. Masih terdapat beberapa siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah Dan untuk monitoring aktifitas siswa di luar sekolah tanggung jawab terbesar kembali lagi ke pada orang tua. Masalahnya jika ada hal-hal yang diluar dugaan dan masih memakai seragam sekolah juga ikut bertanggungjawab. Apabila perilaku tidak disiplin ini dibiarkan dan tidak ada suatu kontrol atau pengawasan dan tindakan secara tegas dalam penanganannya maka dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kredibilitas/ nama baik sekolah secara keseluruhan baik bagi sekolah maupun penilaian dari masyarakat.