Skripsi
Peningkatan akurasi pukulan smash untuk pemain tunggal bulutangkis menggunakan karpet sebagai sasaran pada atlet PB Dasa Digdaya Kota Blitar / Krisna Galih Mandala
Abstrak
Mandala KrisnaGalih. 2014. PeningkatanAkurasiPukulanSmashuntukPemain Tunggal BulutangkisMenggunakan Media KarpetsebagaiSasaranpadaAtlet PB DasaDigdaya Kota Blitar.Skripsi JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan FakultasIlmuKeolahragaan UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Drs. Oni BagusJanuarto M.Kes. (II) I NengahSudjana S.Pd. M.Pd. Kata Kunci akurasi smash bulutangkis Dalampermainanbulutangkisterdapatbeberapapukulan yang harusdikuasaiolehseorangatlet salahsatunyayaitupukulansmash.Pukulansmash dapatdilakukandariataskepala baikdenganteknikbackhand maupunforehand tergantungarahdatangnya shuttlecock. Penelitianinimemfokuskanpadapukulanforehandsmash.Berdasarkanhasilobservasiawal yang dilakukanpeneliti di PersatuanBulutangkis (PB) DasaDigdaya Kota Blitar diperolehhasilbahwaakurasipukulansmash padaatlet PB DasaDigdaya Kota Blitarbelummenunjukkanhasil yang optimal padasaatsikapawal sikapsaatmemukul sikapakhir danarahshuttlecock kesasaran. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmemperbaikipelatihanbulutangkis yang belum optimal sehinggadiharapkanbisameningkatkanakurasipukulansmash padaatlet PB DasaDigdaya Kota Blitar. Penelitianinitermasukjenispenelitiantindakanolahragadenganpendekatandeskriptifkuantitatifdandeskriptifkualitatif.Penelitiantindakankelasinidilakukanmelaluiduasiklus.Setiapsiklusterdiridari 4 tahap yaitu (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Observasi dan (4) Refleksi. Subjekdalampenelitianiniadalahatlet PB DasaDigdaya Kota Blitar. Teknikpengumpulan data dalampenelitianinimenggunakanobservasi (pengamatan) tes dananalisis data. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwamelaluitekniklatihansmash denganmenggunakan media karpetsebagaisasaran mampumeningkatkanakurasipukulansmash atletdarisikluskesiklus. Hal inibisadilihatdaripersentasekeberhasilanatletdalammelakukanakurasismash setelahdiberikantindakanpadasiklus 1 dansiklus 2. Hasilnya dari 24 (80%) atletmenjadi 30 (100%) atlet yang bisamelakukangerakanawal dari 22 (73%) atletmenjadi 28 (93%) atlet yang bisamelakukangerakansaatmemukul dari 26 (86%) atletmenjadi 30 (100%) atlet yang bisamelakukangerakanakhir dandari 12 (40%) atletmenjadi 24 (80%) yang bisamengarahkanshuttlecock kesasarankarpet. Kesimpulandalampenelitianiniyaitupelatihanmenggunakankarpetsebagaisasarandapatmeningkatkanakurasipukulansmash padaatlet PB DasaDigdaya Kota Blitar.Saran dalampenelitianiniyaitupeneliti agar memilikikepekaan yang tinggiterhadapfenomena yang muncul di lapangandanmampumemecahkanmasalahdengantepatmelaluikegiatanpenelitian.